Bandung, NyaringIndonesia.com – Pertandingan antara Persib Bandung dan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (18/2/2026), menghadirkan kemenangan yang terasa pahit bagi tuan rumah. Persib menang 1-0 pada leg kedua ACL Two, namun tetap tersingkir karena kalah agregat 1-3.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Gol tunggal dicetak Andrew Jung pada menit ke-40. Sempat dianulir hakim garis, gol tersebut akhirnya disahkan setelah tinjauan VAR. Momen itu sempat membangkitkan asa Persib untuk mengejar defisit agregat.
Namun, situasi berubah drastis di penghujung babak pertama. Uilliam Barros menerima kartu merah langsung dari wasit Majed Al-Shamrani usai melakukan sliding tackle terhadap Jonathan Khemdee pada menit 45+6. Keputusan diambil tanpa peninjauan VAR, memicu perdebatan karena insiden terjadi jauh dari area berbahaya dan dinilai tidak dalam situasi clear goal-scoring opportunity.
Sepanjang laga, sejumlah keputusan perangkat pertandingan menjadi sorotan. Beberapa momen yang dipertanyakan antara lain peluang sepak pojok Persib yang tak sempat dieksekusi sebelum jeda, beberapa keputusan offside cepat meski tersedia VAR, hingga duel udara yang berujung kontak kepala tanpa peninjauan ulang.
Sejak awal laga, Persib tampil agresif dengan pressing tinggi. Peluang demi peluang lahir melalui skema bola mati dan kombinasi cepat di lini tengah. Umpan Thom Haye beberapa kali menciptakan ancaman melalui Patricio Matricardi dan Berguinho, namun kiper Kapol Pathomakkakul tampil solid di bawah mistar.
Insiden keras terjadi ketika Kritsananon Srisuwan mengangkat kaki tinggi dan mengenai Adam Alis dalam duel udara. Pelanggaran tersebut hanya berujung kartu kuning tanpa tinjauan VAR.
Gol yang dinanti akhirnya tercipta pada menit ke-40. Bola liar hasil blok pertahanan Ratchaburi jatuh di kaki Andrew Jung yang berdiri bebas. Sepakan kerasnya menembus gawang. Setelah melalui pemeriksaan VAR, gol disahkan.
Memasuki babak kedua, pelatih Bojan Hodak melakukan sejumlah pergantian, termasuk memasukkan Layvin Kurzawa dan Beckham Putra untuk menjaga intensitas serangan meski bermain dengan 10 orang.
Beckham tampil aktif menciptakan tekanan, termasuk peluang melalui skema sepak pojok dan umpan silang. Kurzawa sempat memperoleh peluang emas melalui tap-in setengah voli, namun kembali digagalkan Kapol.
Pergantian pemain terus dilakukan untuk menjaga daya serang, termasuk masuknya Sergio Castel dan Ramon Tanque. Meski demikian, Persib kesulitan menciptakan gol tambahan dalam kondisi inferior jumlah pemain.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 bertahan. Persib menutup leg kedua dengan kemenangan, tetapi gagal membalikkan agregat.
Kemenangan ini menyisakan rasa frustrasi bagi publik Bandung. Secara performa, Persib menunjukkan intensitas dan determinasi tinggi. Namun kartu merah dan sejumlah keputusan kontroversial membuat laga terasa seperti “menang tanpa mahkota”—tiga poin diraih, tetapi langkah di kompetisi tetap terhenti.
=======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News
