Arahan tim official CBS (KSG) kepada para anak asuhnya
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!CIMAHI, NYARINGINDONESIA.COM – Gelaran Liga Jabar Istimewa Tingkat Kota Cimahi dinilai menjadi momentum penting bagi pembinaan sepak bola usia muda. Selain menghadirkan persaingan kompetitif antar tim, ajang tersebut juga dianggap mampu menjadi wadah pengembangan taktik, mental, dan kualitas pemain muda di Jawa Barat.
Pelatih Bravensia Selaras Mandiri, Asep Sobandi, mengatakan kompetisi seperti Liga Jabar Istimewa PSSI Kota Cimahi yang memperebutkan Piala Wali Kota Cimahi perlu terus digelar secara konsisten agar proses pembinaan pemain muda dapat berjalan berkelanjutan.
Menurutnya, hasil pertandingan bukan menjadi fokus utama timnya, melainkan bagaimana pemain mampu menerapkan pola permainan dan skema yang telah disiapkan selama latihan.
“Final ini menjadi momentum, terutama untuk Kota Cimahi. Buat kami, pembinaan adalah hal utama. Apa pun hasil pertandingan, yang penting kompetisi seperti Liga Jabar harus terus berlanjut setiap tahun,” ujar Asep Sobandi usai pertandingan dilapang Sangkuriang Cimahi, Minggu (17/05/2026)
Ia menegaskan, kompetisi menjadi sarana penting bagi pemain untuk mengimplementasikan strategi yang sudah dipersiapkan tim pelatih sebelum berlaga.
“Minimal para pemain sudah bisa menerapkan plan dan skema yang diarahkan pelatih. Kompetisi ini memang menjadi tempat untuk menguji dan menjalankan skema permainan yang sudah dilatih,” katanya.
Asep juga mengungkapkan, setelah Liga Jabar timnya akan kembali fokus menghadapi sejumlah agenda kompetisi lainnya, seperti Liga Top Score dan Piala Suratin U-14.
Sementara itu, Pelatih CBS (KSG), Muhamad Abilah, mengakui laga final berjalan cukup ketat karena menghadapi lawan yang memiliki organisasi permainan dan lini pertahanan yang solid.
Menurutnya, timnya sebenarnya memiliki beberapa peluang pada babak pertama, namun gagal dimaksimalkan menjadi gol.
“Lawan cukup bagus, organisasi permainan mereka juga rapat, terutama di lini pertahanan. Di babak pertama sebenarnya kami punya peluang, tetapi belum bisa menjadi gol,” ujarnya.
Muhamad Abilah menilai gol yang tercipta pada babak kedua menjadi titik perubahan pertandingan. Ia juga mengakui timnya sempat kehilangan fokus di area pertahanan.
Meski demikian, ia tetap mengapresiasi perjuangan para pemain yang mampu tampil maksimal di tengah keterbatasan skuad. Dalam pertandingan tersebut, KSG hanya membawa dua pemain cadangan karena sebagian pemain lainnya masih harus tampil di kompetisi berbeda.
“Kami tidak tampil dengan skuad penuh, hanya membawa dua pemain cadangan. Bahkan ada pemain yang sebelumnya masih bertanding di liga lain. Tapi Alhamdulillah anak-anak tetap bisa menjaga kondisi fisik dan menjalankan taktik dengan baik,” katanya.
Ke depan, KSG berencana melakukan evaluasi dan penambahan pemain untuk memperkuat kedalaman skuad menghadapi kompetisi selanjutnya.
“Kami tentu akan melakukan persiapan lebih matang lagi. Kekurangan di tim akan menjadi bahan evaluasi, termasuk menambah pemain untuk memperkuat komposisi utama maupun cadangan,” tambahnya.
Liga Jabar Istimewa sendiri diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga menjadi ruang pembinaan berkelanjutan bagi lahirnya bibit-bibit pesepak bola muda potensial, khususnya dari Kota Cimahi dan Jawa Barat.
======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

