BANDUNG, NyaringIndonesia. Com –Sejarah baru tercipta bagi Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dua putra daerah, M. Fahmi Setiandi dan Asep Salam, berhasil terpilih memperkuat Timnas Football Association 7 (FA7) Indonesia di ajang IFA7 World Championship 2026.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Nama Fahmi dan Asep semakin dikenal di kancah internasional setelah turut mengantarkan Indonesia menorehkan prestasi gemilang pada turnamen yang berlangsung di Honduras, Amerika Tengah.
Indonesia sukses mengukir sejarah dengan meraih medali perak setelah finis sebagai runner-up dunia.
Fahmi mengaku bangga bisa mendapat kesempatan membela Indonesia di ajang internasional. Menurutnya, mengenakan seragam tim nasional merupakan impian setiap pesepak bola.
“Saya sangat bangga bisa membela negara dengan lambang Garuda di dada pada ajang internasional seperti IFA7 World Championship di Honduras. Bagi seorang pesepak bola, puncak karier adalah mendapatkan kesempatan membela tim nasional, termasuk di sepak bola 7 lawan 7,” ujar Fahmi.
Penyerang PSDS tersebut mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraih bersama Timnas FA7 Indonesia. Ia juga bangga karena bersama rekannya, Asep Salam, yang sama-sama berasal dari Kabupaten Bandung Barat, mampu membawa Indonesia melangkah hingga partai final.
“Alhamdulillah, saya bersama rekan saya, Asep Salam, yang merupakan wakil dari Kabupaten Bandung Barat, berhasil membawa Timnas FA7 Indonesia melaju hingga partai final dan kembali bertemu tuan rumah Honduras,” katanya.
Fahmi menuturkan, tim telah mempersiapkan mental dan fisik secara maksimal untuk menghadapi laga final. Menurutnya, kondisi tim jauh lebih siap dibanding saat menghadapi Honduras pada fase penyisihan.
“Kami telah mempersiapkan mental dan fisik sebaik mungkin untuk menghadapi laga final. Kondisinya tentu berbeda dibanding saat fase penyisihan ketika kami menghadapi Honduras dan mengalami kekalahan telak,” ucapnya.
Ia menjelaskan, saat pertandingan penyisihan berlangsung, para pemain baru saja menempuh perjalanan panjang dari Indonesia ke Honduras selama sekitar 36 jam dan hanya memiliki waktu satu hari untuk beristirahat sebelum bertanding.
Meski belum mampu meraih gelar juara, pencapaian Timnas FA7 Indonesia sebagai runner-up IFA7 World Championship 2026 menjadi prestasi yang sangat membanggakan. Raihan medali perak tersebut sekaligus menjadi catatan sejarah bagi sepak bola FA7 Indonesia di tingkat dunia.

