Dua Teknisi Internet Tersengat Listrik di Lembang Bandung Barat, Satu Meninggal Dunia

AdobeStock 302461372 Preview
Ilustrasi teknisi penyedia layanan internet yang mengalami kecelakaan kerja

NYARINGINDONESIA.COM – Dua teknisi penyedia layanan internet mengalami kecelakaan kerja saat melakukan pemindahan tiang di kawasan Jalan Raya Grand Hotel, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (16/4/2026) sore.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dalam insiden tersebut, satu orang pekerja dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat listrik, sementara satu lainnya dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Kapolsek Lembang, AKP Dana Suhenda, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, kedua korban merupakan pekerja vendor internet PT Telkom yang tengah melakukan pekerjaan pemindahan tiang jaringan.

“Betul, kami menerima laporan adanya dua pekerja vendor internet PT Telkom yang tersengat listrik. Satu orang meninggal dunia dan satu lainnya dalam kondisi kritis. Informasinya mereka hendak memindahkan tiang internet,” ujar Dana saat dikonfirmasi.

Peristiwa nahas itu juga sempat terekam video dan beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat dua pekerja tergeletak di trotoar Jalan Raya Grand Hotel. Salah satu korban tampak mengalami kejang, sementara rekannya berusaha mencari pertolongan.

Berdasarkan keterangan kepolisian, insiden terjadi saat tiang yang hendak dipindahkan menyentuh kabel listrik yang berada di sekitar lokasi.

“Ketika korban akan memasang tiang Indihome, ujung tiang menyentuh kabel listrik. Akibatnya, pekerja yang memegang tiang langsung tersengat. Total pekerja ada empat orang, namun yang menjadi korban dua orang,” jelas Dana.

Usai kejadian, personel Unit Reskrim Polsek Lembang langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi serta penyelidikan lebih lanjut.

“Anggota sudah melakukan pengecekan di lokasi kejadian. Saat ini kami juga berkoordinasi dengan pihak keluarga korban yang meninggal dunia. Untuk korban yang kritis, kondisinya masih terus kami pantau,” pungkasnya.