Duel Veda di Moto3 Jerman 2026 Tidak Banyak Tersorot Kamera, Padahal Ada Duel Sengit Dengan Alvaro Carpe

1783936052262

Duel sengit dibarisan Veda tidak banyak disorot kamera sepanjang balapan

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Jerman, NyaringIndonesia.com – Pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, berhasil menutup seri Moto3 Grand Prix Jerman 2026 dengan raihan poin setelah finis di posisi kedelapan di Sirkuit Sachsenring, Minggu (12/7/2026).

Hasil tersebut diraih lewat perjuangan keras sepanjang balapan. Start dari posisi ke-13 membuat pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, harus bekerja ekstra untuk menembus barisan depan.

Veda sempat menunjukkan awal balapan yang menjanjikan. Ia langsung merangsek ke kelompok 10 besar bahkan sempat berada di posisi ketujuh pada lap-lap awal.

Namun, beberapa kecelakaan yang terjadi di depan membuat ritme balapnya terganggu. Insiden tersebut menyebabkan jarak dengan rombongan terdepan melebar sehingga peluang mengejar para pembalap teratas semakin sulit.

“Secara keseluruhan saya rasa balapan hari ini cukup positif. Start dari posisi ke-13 memang membuat segalanya lebih sulit, tetapi saya berhasil melakukan start yang baik dan naik beberapa posisi di awal balapan,” ujar Veda dalam keterangan resmi Honda Team Asia.

Menurutnya, setelah kehilangan kontak dengan grup terdepan, karakter Sachsenring membuat proses mengejar menjadi jauh lebih sulit.

“Begitu jarak terbuka, sangat sulit untuk menutupnya kembali di sirkuit ini,” katanya.

Veda akhirnya menyentuh garis finis dengan selisih 15,6 detik dari pemenang balapan, Brian Uriarte dari Red Bull KTM Ajo. Ia juga terpaut sekitar 4,2 detik dari Jesus Rios yang finis di posisi ketujuh.

Meski gagal merapat ke grup depan, Veda tampil impresif dalam pertarungan di kelompok kedua. Ia berhasil mempertahankan posisi kedelapan setelah mengungguli Ryusei Yamanaka, Eddie O’Shea, Alvaro Carpe, hingga Hakim Danish.

Persaingan tersebut berlangsung sangat ketat. Veda hanya unggul 0,271 detik dari Carpe yang harus puas finis di posisi ke-11, meski duel sengit mereka tidak sempat tertangkap siaran televisi.

“Saya terus berjuang sampai lap terakhir bersama grup kedua. Memang posisi kedelapan bukan hasil yang kami incar setelah menunjukkan kecepatan bagus sejak hari Jumat, tetapi tetap penting membawa pulang poin dan terus belajar,” tutur Veda.

Ia juga mengaku semakin percaya diri bersama Honda Team Asia dan bertekad memanfaatkan jeda musim panas untuk meningkatkan performa sebelum seri berikutnya di Silverstone.

“Saya senang dengan perkembangan yang kami capai bersama tim. Setiap balapan saya merasa semakin nyaman dengan motor ini. Sekarang waktunya beristirahat, memulihkan kondisi, dan kembali lebih kuat di Silverstone,” ucapnya.

Sementara itu, pembalap Red Bull KTM Ajo, Alvaro Carpe, mengaku kecewa gagal bertarung memperebutkan podium setelah mengalami insiden pada lap ke-12.

Menurut juara Red Bull Rookies Cup dan JuniorGP 2024 tersebut, dirinya sebenarnya memiliki kecepatan yang cukup untuk bersaing di posisi tiga besar.

“Sangat disayangkan. Saya mengalami momen yang tidak seharusnya terjadi di saat paling krusial. Sebelumnya saya merasa sangat kompetitif dan yakin bisa memperebutkan podium,” kata Carpe.

Meski gagal meraih hasil maksimal, pembalap asal Spanyol itu memilih mengambil sisi positif dari performanya sepanjang akhir pekan dan berharap bisa bangkit setelah jeda musim panas.

“Kami bekerja dengan sangat konsisten sejak awal akhir pekan. Sekarang kami akan beristirahat sejenak, belajar dari balapan ini, lalu kembali dengan performa yang lebih baik pada seri berikutnya,” pungkasnya.

 

======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News