Gaya unik dan totalitasnya di balik layar membuat Egi Marco dikenal sebagai sosok penggerak suasana sekaligus motor kerja panitia
CIMAHI, NYARINGINDONESIA.COM — Di balik suksesnya gelaran Liga Jabar Istimewa PSSI Kota Cimahi, ada banyak sosok yang bekerja tanpa sorotan. Salah satunya adalah Egi Marco, panitia yang dikenal dengan gaya nyentrik namun penuh dedikasi.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Egi bukan sekadar panitia biasa. Ia kerap mencuri perhatian dengan penampilan dan sikapnya yang berbeda dari kebanyakan orang. Mulai dari gaya berpakaian yang santai namun mencolok, hingga cara berinteraksi yang selalu penuh energi, membuat kehadirannya mudah dikenali di setiap pertandingan.
Namun, di balik keunikannya, Egi dikenal sebagai pekerja keras. Ia terlibat aktif dalam berbagai aspek teknis penyelenggaraan, mulai dari koordinasi lapangan, membantu tim, hingga memastikan jalannya pertandingan tetap lancar. Tak jarang, ia terlihat mondar-mandir tanpa lelah demi memastikan setiap detail berjalan sesuai rencana.
“Yang penting acara jalan lancar, pemain nyaman, penonton juga senang,” ujar Egi singkat saat ditemui di sela turnamen. Minggu (03/05/2026)
Rekan-rekan panitia pun mengakui peran pentingnya. Meski kerap melontarkan candaan dan mencairkan suasana, Egi tetap serius saat menjalankan tugas. Justru, karakter nyentriknya menjadi penyemangat tersendiri bagi tim panitia yang bekerja dalam tekanan.
“Dia itu bikin suasana jadi hidup. Kalau lagi tegang, Egi yang pertama bikin semua ketawa lagi,” ungkap Ade Kanvas, Kepala Departemen Kompetisi PSSI Kota Cimahi.
Kehadiran Egi, lanjut Ade, menjadi bukti bahwa kesuksesan sebuah kompetisi tidak hanya ditentukan oleh pemain di lapangan, tetapi juga oleh orang-orang di balik layar yang bekerja dengan hati. Dengan gaya khasnya, Egi berhasil menunjukkan bahwa menjadi profesional tidak harus selalu kaku.
Liga Jabar Istimewa PSSI Kota Cimahi pun bukan hanya soal pertandingan sepak bola, tetapi juga tentang cerita-cerita unik dari para pelaku di dalamnya. Dan Egi, dengan segala keunikan dan semangatnya, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari cerita tersebut. (Gils)

