Ekonom Didik J. Rachbini: Disiplin Fiskal dan Meredanya Tekanan Global Jadi Modal Positif Ekonomi Indonesia

Prof. Didik J. Rachbini landscape
Penguatan rupiah, membaiknya pasar saham, serta peningkatan penerimaan negara dinilai menjadi sinyal bahwa kondisi ekonomi nasional bergerak ke arah yang lebih stabil.

JAKARTA, NYARINGINDONESIA.COM – Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menilai perekonomian Indonesia menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan di tengah berbagai tantangan global. Menurutnya, meredanya tekanan eksternal serta terjaganya disiplin fiskal pemerintah menjadi faktor penting yang mendorong membaiknya sentimen pasar dalam beberapa waktu terakhir.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Ia menyoroti penguatan nilai tukar rupiah dan pergerakan positif pasar saham sebagai indikator meningkatnya kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi nasional.

Salah satu faktor yang dinilai berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah penurunan harga minyak dunia. Menurut Didik, harga minyak Brent yang sebelumnya sempat melonjak akibat konflik geopolitik kini mulai bergerak turun seiring meningkatnya harapan terciptanya stabilitas di kawasan Timur Tengah.

Perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang mengarah pada penyelesaian diplomatik disebut turut membuka peluang normalisasi perdagangan energi global. Kondisi ini dinilai dapat mengurangi tekanan terhadap perekonomian negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia.

Selain faktor eksternal, Didik menilai kinerja fiskal pemerintah hingga pertengahan tahun masih berada dalam jalur yang cukup sehat. Ia menyebut defisit anggaran yang tercatat hingga Mei 2026 masih berada dalam batas yang relatif aman dan terkendali.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menjalankan berbagai program prioritas tanpa mengganggu stabilitas keuangan negara.

Didik juga menyoroti langkah pemerintah yang melakukan penyesuaian terhadap sejumlah program strategis, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai upaya efisiensi anggaran dan fokus pelaksanaan program pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) merupakan langkah yang patut diapresiasi.

Dari sisi penerimaan negara, ia melihat adanya tren positif dengan meningkatnya pendapatan negara dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menurutnya, kenaikan tersebut tidak terlepas dari perbaikan administrasi perpajakan, termasuk implementasi sistem Coretax yang mulai menunjukkan hasil.

Peningkatan penerimaan pajak, khususnya dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN), serta kontribusi sektor perdagangan, pertambangan, dan manufaktur menjadi penopang utama pertumbuhan penerimaan negara.

Meski demikian, Didik mengingatkan bahwa peningkatan penerimaan pajak harus diimbangi dengan tata kelola pemerintahan yang baik dan penguatan kualitas demokrasi. Menurutnya, masyarakat yang telah berkontribusi besar melalui pajak berhak memperoleh pelayanan publik yang semakin baik dan pemerintahan yang akuntabel.

Di sisi lain, ia mencatat peningkatan belanja pemerintah pada sektor ketahanan pangan dan perlindungan sosial sebagai bentuk penguatan peran negara dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Dukungan terhadap petani, subsidi pupuk, penguatan cadangan pangan, serta berbagai program sosial dinilai menjadi bagian dari strategi menjaga daya tahan ekonomi nasional.

Secara keseluruhan, Didik optimistis prospek ekonomi Indonesia akan terus membaik apabila pemerintah mampu menjaga konsistensi kebijakan, memperkuat komunikasi publik, dan mempertahankan disiplin fiskal.

Menurutnya, kombinasi antara membaiknya kondisi global, pengelolaan anggaran yang hati-hati, serta kepastian kebijakan ekonomi akan menjadi fondasi penting bagi stabilitas nilai tukar rupiah, penguatan pasar modal, dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah hingga panjang.

Ia menegaskan bahwa kepercayaan pasar akan tumbuh apabila pemerintah mampu menunjukkan konsistensi dalam menjalankan kebijakan serta menjaga kredibilitas pengelolaan ekonomi nasional.

======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News