Seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengatur lalu lintas sukarela (Pak Ogah) di kawasan Cibeureum ditemukan meninggal dunia di dasar sungai di Jalan Jenderal Amir Mahmud, Kecamatan Andir, Kota Bandung
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
BANDUNG, NyaringIndonesia.com – Seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengatur lalu lintas sukarela (Pak Ogah) di kawasan Cibeureum ditemukan meninggal dunia di dasar sungai di Jalan Jenderal Amir Mahmud, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Senin (01/06/26). Korban diduga terjatuh ke sungai setelah penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh.
Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan kondisi tubuh telah kaku. Identitas pria tersebut belum diketahui secara pasti, namun warga sekitar mengenalnya sebagai sosok yang kerap membantu mengatur kendaraan di kawasan Cibeureum.
Ketua RT 01 RW 01 Kelurahan Campaka, Asep Maman, mengatakan dugaan tersebut menguat karena korban memiliki riwayat epilepsi dan pernah mengalami kejadian serupa sebelumnya.
“Saya memang tak mengetahui secara pasti kronologinya. Namun yang saya tahu, dia memiliki riwayat epilepsi. Dugaan sementara, saat penyakitnya kambuh dia terjatuh ke sungai,” ujar Asep.
Asep menjelaskan, laporan mengenai penemuan korban diterimanya sekitar pukul 07.00 WIB dari seorang warga yang hendak berangkat bekerja. Sementara itu, berdasarkan keterangan seorang sopir taksi, korban masih terlihat beraktivitas mengatur arus kendaraan di kawasan Babakan Cibeureum sekitar pukul 05.00 WIB.
“Dari informasi yang saya terima, sekitar pukul 05.00 WIB korban masih terlihat bekerja. Kemudian sekitar pukul 07.00 WIB sudah ditemukan di sungai. Karena itu, kami menduga korban terjatuh ketika epilepsinya kambuh,” katanya.
Menurut Asep, korban sebelumnya tinggal bersama ibu dan ayah tirinya di wilayah tersebut. Namun setelah ibunya meninggal dunia, korban hidup seorang diri tanpa tempat tinggal tetap.
“Sebelumnya ia tinggal bersama ibu dan ayah tirinya. Setelah ibunya meninggal, saudara-saudaranya pindah. Dia tetap bertahan di sini dan sering tidur di gardu listrik maupun pos ronda,” tuturnya.
Sementara itu, jenazah korban dievakuasi sekitar pukul 09.30 WIB oleh tim Inafis dan PMI dengan bantuan warga setempat. Selanjutnya, korban dibawa ke rumah sakit untuk menjalani proses pemeriksaan dan pemulasaraan lebih lanjut.
Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.

