Gempa M5,3 Guncang Laut Selatan Sukabumi Dini Hari, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

ChatGPT Image 13 Mar 2026 10.11.20

Cimahi, NyaringIndonesia.com – Gempa Tektonik M5,3 Guncang Laut Selatan Sukabumi, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Wilayah laut selatan Sukabumi, Jawa Barat, diguncang gempa tektonik pada Jumat (13/3/2026) dini hari. Berdasarkan analisis terbaru dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa bumi tersebut memiliki magnitudo M5,3 dan terjadi pada pukul 02.18.20 WIB.

Pusat gempa atau episenter berada pada koordinat 8,04° Lintang Selatan dan 106,86° Bujur Timur, tepatnya di wilayah laut sekitar 121 kilometer tenggara Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dengan kedalaman 53 kilometer. BMKG memastikan bahwa hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Dipicu Aktivitas Subduksi Lempeng

Berdasarkan analisis seismologi, gempa yang terjadi tergolong gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng tektonik di wilayah selatan Jawa. Proses subduksi merupakan pergerakan lempeng bumi yang saling menekan dan sering menjadi sumber gempa di kawasan tersebut.

Selain itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip). Jenis pergerakan ini terjadi ketika dua blok kerak bumi bergerak secara horizontal saling bergeser.

Getaran Dirasakan di Sejumlah Wilayah Jawa Barat

Gempa tersebut dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah di Jawa Barat dengan tingkat intensitas berbeda. Di wilayah Cidolog dan Ciracap, getaran tercatat mencapai skala IV MMI, yang berarti gempa dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan dapat menyebabkan benda-benda ringan bergoyang.

Sementara itu, sejumlah wilayah lain seperti Tasikmalaya, Cijati, Pagelaran, Sukanegara, Agrabinta, Sindangbarang, Garut, Cidahu, Cimanggu, Campaka, Jampang Tengah, Kadupandak, dan Tegal Buleud merasakan getaran dengan intensitas III–IV MMI.

Getaran juga dirasakan di wilayah Bayah, Klapanunggal, dan Kabupaten Bandung dengan intensitas III MMI, di mana getaran terasa jelas di dalam rumah dan menyerupai getaran saat truk berat melintas. Sementara wilayah Pangandaran dan Ciamis melaporkan getaran dengan intensitas II–III MMI, yang berarti getaran dirasakan oleh sebagian orang di dalam rumah.

Belum Ada Gempa Susulan

Hingga pukul 02.50 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock) setelah kejadian utama. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi dari lembaga terkait serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana gempa bumi di wilayah rawan aktivitas tektonik seperti pesisir selatan Pulau Jawa.

Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana

Wilayah selatan Jawa diketahui berada di jalur pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia, yang menjadikannya salah satu kawasan dengan aktivitas seismik tinggi di Indonesia. Oleh karena itu, edukasi mengenai mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko apabila terjadi gempa bumi.

==================

Disclaimer:

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News