Pemprov Maluku Utara fokus meningkatkan fasilitas kesehatan, menambah tenaga medis, dan memanfaatkan dana CSR perusahaan tambang untuk memperkuat layanan bagi masyarakat.
MALUT, NYARINGINDONESIA.COM – Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus menggenjot pembangunan sektor kesehatan, terutama di kawasan yang menjadi pusat hilirisasi nikel. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan pertumbuhan investasi dan industri berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui layanan publik yang lebih baik.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengakui bahwa sektor kesehatan di wilayahnya masih memerlukan banyak pembenahan. Menurutnya, perkembangan industri nikel yang telah berlangsung hampir 20 tahun belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan layanan kesehatan yang merata dan memadai bagi masyarakat.
“Kalau ditanya apakah layanan kesehatan di Maluku Utara sudah baik, jawabannya belum sepenuhnya. Tetapi saat ini kami terus bergerak menuju kondisi yang lebih baik,” ujarnya dalam sebuah wawancara yang dikutip Senin (15/6/2026).
Salah satu capaian yang telah diraih adalah tersedianya rumah sakit tipe C di seluruh 10 kabupaten dan kota di Maluku Utara. Kehadiran fasilitas tersebut memungkinkan berbagai layanan medis yang sebelumnya harus dirujuk ke luar daerah kini dapat ditangani langsung di wilayah setempat.
Rumah sakit tersebut telah dilengkapi dengan layanan penanganan penyakit jantung tertentu, cuci darah, perawatan bayi prematur, hingga tindakan operasi dasar yang sebelumnya sulit diakses masyarakat.
Meski demikian, Sherly menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan lagi pembangunan gedung, melainkan pemenuhan sumber daya manusia di sektor kesehatan, khususnya dokter spesialis dan tenaga medis lainnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui program beasiswa bagi putra-putri daerah yang bersedia menempuh pendidikan kedokteran dan kembali mengabdi di Maluku Utara setelah lulus.
Selain mengandalkan dukungan pemerintah pusat, Pemprov Maluku Utara juga mengajak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sektor pertambangan nikel untuk berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Dana CSR tersebut diarahkan untuk membantu pengadaan berbagai perlengkapan medis yang masih dibutuhkan rumah sakit dan fasilitas kesehatan di daerah.
Menurut Sherly, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mempercepat pemerataan layanan kesehatan di wilayah yang menjadi pusat pertumbuhan industri nasional tersebut.
Pemerintah daerah berharap peningkatan layanan kesehatan dapat berjalan seiring dengan pesatnya perkembangan sektor hilirisasi nikel, sehingga masyarakat di sekitar kawasan industri tidak hanya merasakan manfaat ekonomi, tetapi juga memperoleh akses kesehatan yang lebih baik dan berkualitas.
======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

