Ratusan guru Raudhatul Athfal (RA) Kota Cimahi mendapat pembekalan khusus dari Kemenag.
Cimahi, NyaringIndonesia.com – Ratusan guru Raudhatul Athfal (RA) dari seluruh Kota Cimahi berkumpul dalam acara Halal Bihalal sekaligus pembekalan khusus di D’Botanica Blessing Room, Bandung, Selasa (31/03/2026).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Mengangkat tema besar tentang persiapan “Generasi Emas Indonesia 2026”, fokus utama kegiatan ini adalah mengenalkan metode asuh peaceful parenting.
Kepala Kantor Kemenag Kota Cimahi, Irwan Nurjaman, menjelaskan bahwa metode ini adalah pola asuh yang mengedepankan ikatan emosional dan disiplin tanpa kekerasan.

“Apa yang kita tanamkan hari ini akan menjadi pondasi bagi masa depan mereka,” ujarnya.
Intinya adalah mendidik anak dengan kasih sayang, empati, dan pengertian, bukan dengan rasa takut. Beberapa prinsip di dalamnya meliputi: Gentle & Calm Parenting: Menghadapi anak dengan tenang dan lembut. Respectful & Mindful Parenting: Menghargai perasaan anak dan hadir sepenuhnya untuk mereka.
Guru Bukan Sekadar Pengajar
Ketua PD IGRA Kota Cimahi, Ulfah Hayati, menekankan bahwa peran guru RA sangat vital. Guru tidak hanya bertugas memberikan materi pelajaran, tapi juga menjadi pembimbing emosi dan sosial anak.
Dengan memahami peaceful parenting, guru diharapkan bisa lebih sabar dalam mengelola emosi sendiri saat menghadapi tingkah laku siswa.
Dalam arahannya, Irwan Nurjaman menitipkan beberapa pesan kunci bagi pendidik diantaranya,
1. Membangun Koneksi: Utamakan komunikasi yang hangat agar anak merasa didengarkan dan dipahami.
2. Disiplin dengan Kasih Sayang: Terapkan aturan tanpa perlu memberikan hukuman yang menyakiti.
3. Sinergi dengan Orang Tua: Guru dan orang tua harus seirama dalam mendidik anak agar lingkungan rumah dan sekolah sama-sama nyaman.
4. Integritas & Etika: Menjaga nama baik lembaga RA sebagai wajah pendidikan Islam di masyarakat.
Acara ini ditutup dengan harapan agar para guru RA di Cimahi tidak hanya menjadi pengajar yang cerdas secara intelektual, tetapi juga menjadi sosok bijak yang mampu memberikan ketenangan dan kebahagiaan bagi anak didik mereka di tengah tantangan zaman yang semakin sulit.
