Hakim Danish Pangkas Jarak dengan Veda Ega Pratama, Namun Masih Kesulitan Jinakkan Aragon

1782564080127
Finis ke-12 di Moto3 Aragon 2026 membuat Hakim Danish mendekati posisi Veda dalam klasemen rookie, meski performanya masih menjadi perhatian sang mentor, Zulfahmi Khairuddin.

ARAGON, NYARINGINDONESIA.COM – Perjalanan Hakim Danish pada seri Moto3 Aragon 2026 belum menghasilkan pencapaian yang benar-benar memuaskan. Meski berhasil membawa pulang poin dan memangkas jarak dengan Veda Ega Pratama dalam persaingan rookie, pembalap muda Malaysia itu masih menghadapi persoalan besar dalam beradaptasi dengan karakter lintasan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Balapan Moto3 Aragon yang berlangsung di MotorLand Aragon, Spanyol, sepanjang akhir pekan lalu menjadi ujian tersendiri bagi Danish. Pembalap andalan tim MT Helmets-MSI tersebut memulai akhir pekan dengan hasil kualifikasi yang kurang maksimal setelah hanya menempati posisi ke-13.

Dari posisi старт tersebut, Danish harus bekerja keras sepanjang balapan yang berlangsung selama 17 lap. Ia sempat berusaha menembus jajaran 10 besar, namun perjuangannya belum membuahkan hasil.

Danish akhirnya menyelesaikan balapan di posisi ke-12.

Hasil tersebut memberinya tambahan empat poin yang cukup berarti dalam persaingan klasemen rookie Moto3 musim 2026.

Setelah seri ke-13 berakhir, pembalap asal Terengganu itu telah mengumpulkan total 90 poin dan masih bertahan di posisi ketiga klasemen rookie.

Meski belum mampu naik peringkat, Danish justru mendapat keuntungan dari hasil kurang maksimal yang diraih Veda Ega Pratama.

Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu gagal meraih poin setelah hanya finis di urutan ke-20 pada Moto3 Aragon. Situasi tersebut membuat jarak antara Veda dan Danish kini semakin rapat, dengan selisih hanya tujuh poin.

Veda sendiri masih berada di posisi kedua klasemen rookie, sementara posisi teratas masih dikuasai Brian Uriarte dari tim Red Bull KTM Ajo.

Adapun jarak Veda dengan Uriarte masih cukup jauh, yakni mencapai 41 poin.

Namun, di balik keberhasilan Danish mempersempit selisih dengan rivalnya, performa sang pembalap tetap mendapat evaluasi dari mentornya, Zulfahmi Khairuddin.

Mantan pembalap Moto3 asal Malaysia itu menilai hasil yang diraih Danish di Aragon belum sesuai dengan potensi yang dimiliki rider berusia 18 tahun tersebut.

“Hasil di Aragon bukanlah hasil yang baik bagi kami semua,” ujar Zulfahmi.

Menurutnya, Danish sebenarnya memiliki kemampuan untuk meraih hasil yang jauh lebih baik. Hanya saja, masih ada sejumlah aspek teknis yang harus segera diperbaiki.

Salah satu persoalan utama terletak pada kemampuan Danish saat menghadapi sirkuit dengan tingkat cengkeraman atau grip yang rendah.

Zulfahmi melihat Danish belum cukup cepat beradaptasi dengan kondisi lintasan seperti yang dihadapi di MotorLand Aragon. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan menemukan ritme terbaik dan membatasi perkembangan performanya sepanjang akhir pekan balapan.

“Namun, ada beberapa aspek yang perlu kami perbaiki, khususnya terkait gaya membalap Danish,” kata Zulfahmi.

Ia menegaskan bahwa kemampuan membalap di lintasan dengan grip rendah menjadi salah satu fokus utama yang harus dibenahi oleh Danish.

“Kami melihat bahwa saat membalap di sirkuit dengan tingkat cengkeraman yang kurang optimal, Danish kesulitan beradaptasi dengan motor dalam waktu singkat,” lanjutnya.

Kondisi itu, menurut Zulfahmi, membuat Danish sulit menunjukkan peningkatan signifikan dari sesi ke sesi selama akhir pekan Moto3 Aragon.

Karena itu, seri Aragon menjadi salah satu balapan yang cukup berat bagi pembalap muda asal Malaysia tersebut.

“Jadi, balapan ini memang menantang bagi Danish,” ujar Zulfahmi.

Meski demikian, sang mentor tetap optimistis Danish bisa berkembang. Fokus tim ke depan adalah meningkatkan kemampuan adaptasi Danish, terutama ketika harus menghadapi lintasan dengan karakter grip rendah.

Jika masalah tersebut mampu diatasi, Danish diyakini memiliki peluang untuk tampil lebih kompetitif pada seri-seri berikutnya dan terus memberi tekanan kepada Veda Ega Pratama dalam persaingan rookie Moto3 2026.

 

==============

Disclaimer:

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News