Harga Emas Berpeluang Uji US$5.100 per Troy Ounce

Harga emas rekod Februari 2026 1

Jakarta, NyaringIndonesia.com – Pergerakan harga emas dunia diproyeksikan berpotensi menembus level US$5.100 per troy ounce pada pekan terakhir Februari 2026.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menilai secara teknikal tren emas masih berada dalam fase bullish. Namun saat ini pasar memasuki periode konsolidasi, mencerminkan keseimbangan sementara antara tekanan beli dan jual setelah reli tajam sebelumnya.

Menurutnya, dalam fase konsolidasi ini pelaku pasar cenderung menunggu katalis baru, terutama data ekonomi utama Amerika Serikat, yang akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.

“Apabila tekanan bullish tetap dominan dan harga mampu mempertahankan momentumnya, maka XAU/USD berpotensi melanjutkan kenaikan hingga menguji area resistance di sekitar US$5.100 pada pekan ini,” ujarnya dalam riset yang dikutip Senin (23/2/2026).

Level tersebut dinilai sebagai target teknikal realistis, terutama jika dolar AS melemah dan permintaan aset safe haven tetap tinggi.

Dari sisi fundamental, emas tetap mendapat dukungan kuat sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian global. Ketegangan geopolitik yang belum mereda serta kekhawatiran perlambatan ekonomi global mendorong investor mempertahankan eksposur pada logam mulia.

Selain itu, ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mengadopsi kebijakan moneter yang lebih longgar menjadi faktor penting penopang harga.

Harapan penurunan suku bunga memberikan tekanan pada dolar AS, yang secara historis memiliki korelasi negatif dengan emas. Pelemahan dolar membuat harga emas relatif lebih murah bagi investor global sehingga meningkatkan permintaan.

Meski prospek jangka pendek masih positif, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi pembalikan arah (reversal).

Andy menyebut apabila harga menembus level support krusial di US$4.630, maka tekanan jual dapat meningkat dengan target penurunan menuju area US$4.415.

Penembusan support tersebut berpotensi memicu aksi jual lanjutan, terutama dari trader jangka pendek yang memanfaatkan momentum teknikal.

Secara keseluruhan, selama sentimen global tetap mendukung dan dolar AS berada dalam tekanan, bias pergerakan emas masih cenderung bullish. Namun, volatilitas tinggi tetap menjadi karakter utama pasar menjelang rilis data ekonomi utama AS.

 

=======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News