Harga Emas Sempat Terkoreksi, Kini Mulai Pulih

IMG 20251013 171601

Cimahi, NyaringIndonesia.com – Setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada awal 2026, harga emas dunia dan domestik sempat mengalami koreksi cukup dalam. Penurunan ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa harga emas mulai bergerak naik kembali (rebound), membuka peluang bagi investor untuk menyusun strategi yang lebih terukur.

Rekor Tinggi dan Koreksi Tajam

Sebelum mengalami penurunan, harga emas mencatatkan level tertinggi yang signifikan.

  • Emas dunia sempat menyentuh US$5.602 per troy ounce, lalu terkoreksi hingga US$4.400 per troy ounce, atau turun sekitar 21,5% dari puncaknya.
  • Emas domestik mencapai 050.000 per gram, kemudian turun ke Rp2.370.000 per gram, terkoreksi sekitar 21,26%.

Meski koreksi terlihat tajam, secara kinerja tahunan (year-to-date/YTD) emas masih mencatat pertumbuhan positif.

  • Emas domestik tumbuh sekitar +17,54%.
  • Emas dunia naik sekitar +16,87%.

Artinya, secara fundamental tren kenaikan sepanjang tahun masih terjaga.

Arah Pergerakan dan Target Pemulihan

Saat ini harga emas sedang bergerak menuju area resisten, yaitu level harga yang secara teknikal berpotensi menahan kenaikan sementara sebelum menembus lebih tinggi.

Beberapa proyeksi yang menjadi perhatian pasar antara lain:

  • Target terdekat emas dunia berpotensi kembali ke area US$5.000 per ounce, dengan resisten utama di sekitar US$5.503.
  • Untuk pergerakan jangka pendek, harga diperkirakan berada dalam rentang US$4.684 hingga US$5.229.

Jika momentum penguatan berlanjut dan level resisten berhasil ditembus, peluang menuju rekor baru tetap terbuka.

Strategi Investasi yang Bisa Dipertimbangkan

Dalam kondisi pasar yang mulai stabil dan menunjukkan pemulihan, pendekatan yang disiplin dan bertahap menjadi kunci.

  1. Beli Bertahap (Averaging In)
    Hindari membeli sekaligus dalam jumlah besar. Strategi pembelian bertahap dapat membantu meredam risiko volatilitas harga. Area 600.000 – Rp2.860.000 per gram dapat menjadi zona akumulasi apabila harga kembali mendekati level support.
  2. Manfaatkan Momentum Koreksi
    Koreksi harga sebelumnya bisa dianggap sebagai peluang masuk bagi investor yang belum sempat membeli saat tren naik.
  3. Perhatikan Biaya dan Promo
    Memantau promo pembelian atau potongan biaya transaksi dapat meningkatkan efisiensi investasi, terutama untuk pembelian rutin.

Peluang Kedua bagi Investor

Koreksi yang terjadi sebelumnya bisa menjadi “kesempatan kedua” bagi investor yang sempat tertinggal saat harga berada di puncak. Dengan tren yang mulai menguat kembali, momentum saat ini dinilai cukup strategis untuk mulai menambah portofolio emas secara terukur.

Meski demikian, investor tetap disarankan untuk memantau perkembangan global, pergerakan dolar AS, kebijakan suku bunga, serta sentimen geopolitik yang kerap memengaruhi harga emas. Pendekatan rasional dan manajemen risiko yang baik tetap menjadi fondasi utama dalam berinvestasi.

 

=======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News