Harga Pi Network di Indonesia Mengikuti Harga Global

ChatGPT Image Mar 7 2026 07 59 20 AM

Cimahi, NyaringIndonesia.com – Harga Pi Network (PI) di Indonesia pada 6 Maret 2026 berada di sekitar Rp3.420 per koin. Nilai ini mengikuti pergerakan harga global di pasar aset kripto, yang saat ini masih dipengaruhi oleh perkembangan teknis pada jaringan Pi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Perhatian komunitas pengguna sedang tertuju pada proses pembaruan sistem yang dilakukan oleh tim pengembang. Saat ini, operator node Pi Network diminta melakukan pembaruan perangkat lunak secara bertahap sebagai bagian dari persiapan menuju versi 20.2. Proses ini harus diselesaikan sebelum tenggat waktu yang telah ditentukan.

Dalam 24 jam terakhir, pergerakan harga PI terlihat cukup fluktuatif. Pada awal periode perdagangan, harga berada di sekitar $0,189 dan sempat naik secara perlahan hingga mendekati $0,200. Setelah itu, harga mengalami koreksi dan turun hingga sekitar $0,187, sebelum akhirnya kembali bergerak naik.

Memasuki sesi perdagangan berikutnya, harga PI menunjukkan tanda pemulihan. Nilainya meningkat secara bertahap hingga mencapai sekitar $0,202. Secara keseluruhan, dalam periode 24 jam terakhir harga PI tercatat menguat sekitar 5,56%.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap, kapitalisasi pasar PI saat ini diperkirakan mencapai $1,93 miliar, dengan volume perdagangan harian lebih dari $46 juta. Aktivitas ini menunjukkan meningkatnya minat pasar, meskipun volatilitas jangka pendek masih terlihat.

Tim pengembang Pi Network menjelaskan bahwa seluruh node Mainnet diwajibkan memperbarui perangkat lunak hingga versi 20.2 sebelum 12 Maret. Namun, pembaruan tersebut tidak bisa dilakukan secara langsung ke versi terbaru.

Operator node harus mengikuti tahapan upgrade secara berurutan, dimulai dari versi 19.1, kemudian 19.6, 19.9, dan 20.2. Setelah itu, pengembangan akan berlanjut menuju versi 21.1, 22.1, hingga 23.0.

Metode pembaruan bertahap ini dirancang untuk menjaga stabilitas jaringan blockchain serta mengurangi risiko gangguan teknis selama proses peningkatan sistem berlangsung.

Jika operator node tidak mengikuti proses upgrade sesuai jadwal, mereka berpotensi terputus dari jaringan blockchain Pi Network. Karena itu, tim pengembang menekankan pentingnya pembaruan agar para operator tetap dapat berpartisipasi dalam ekosistem kripto ini.

Selain peningkatan sistem, pembaruan protokol juga menjadi bagian dari persiapan peluncuran sejumlah fitur baru. Salah satunya adalah rencana pengembangan decentralized exchange (DEX) yang ditargetkan hadir bertepatan dengan perayaan Pi Day.

Dengan infrastruktur jaringan yang telah diperbarui, Pi Network diharapkan mampu menangani aktivitas transaksi kripto yang lebih besar dan lebih stabil di masa mendatang.

 

=======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News