Sentimen global memburuk setelah ultimatum AS ke Iran, investor cenderung menahan transaksi aset kripto
Jakarta, NyaringIndonesia.com – Harga cryptocurrency Pi Network (PI) dilaporkan mengalami tekanan dan cenderung melemah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Sentimen pasar menjadi lebih berhati-hati setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras terkait konflik dengan Iran.
Dalam beberapa hari terakhir, Pi Network masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Kondisi ini terjadi setelah pasar merespons pernyataan Trump yang mengancam akan menyerang infrastruktur vital Iran, seperti pembangkit listrik dan jembatan, jika kesepakatan damai tidak tercapai.
Ketegangan geopolitik tersebut membuat pelaku pasar global cenderung menghindari aset berisiko, termasuk cryptocurrency.
Situasi konflik di Timur Tengah diketahui sering memicu perubahan sentimen dari risk-on menjadi risk-off, sehingga investor beralih ke aset yang dianggap lebih aman.
Selain faktor geopolitik, tekanan pada harga Pi Network juga dipengaruhi oleh melemahnya momentum teknikal. Indikator pasar menunjukkan tren jangka pendek masih cenderung bearish, dengan risiko penurunan lanjutan jika sentimen negatif terus berlanjut. ([FXStreet][1])
Para analis menilai, arah harga Pi Network dalam waktu dekat sangat bergantung pada perkembangan situasi global, khususnya hasil negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Jika ketegangan meningkat, volatilitas di pasar kripto berpotensi semakin tinggi.
