Hitungan Hari Menuju Bulan Suci Ramadhan 1447 H

1770964834314

Jakarta, NyaringIndonesia.com – Pertengahan Februari 2026 menjadi bulan yang ditunggu bagi umat Islam di Indonesia. Karena ada hitungan mundur yang berjalan pelan namun pasti, yakni datangnya Ramadhan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Tahun ini, 1 Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026. Jika benar demikian, maka puasa tinggal menghitung hari. Namun seperti tahun-tahun sebelumnya, kepastian tetap menunggu keputusan resmi pemerintah melalui Sidang Isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama pada 17 Februari 2026.

Di berbagai penjuru negeri, langit senja menjelang akhir Sya’ban kembali menjadi perhatian. Tim rukyat bersiap memantau hilal, bulan sabit tipis yang menjadi penanda pergantian bulan dalam kalender Hijriah. Pemerintah akan mempertimbangkan hasil pengamatan tersebut dengan kriteria imkanur rukyat yang disepakati negara-negara anggota MABIMS.

Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026 melalui metode hisab. Perbedaan metode antara hisab dan rukyat bukan hal baru di Indonesia. Namun di atas segala perbedaan itu, semangat menyambut Ramadhan tetap sama: rindu pada bulan penuh ampunan.

Lebih dari Sekadar Awal Tanggal

Ramadhan bukan sekadar penetapan angka di kalender. Ia adalah momentum spiritual yang dinanti. Bulan ketika ritme hidup berubah: sahur sebelum fajar, azan magrib yang terasa lebih menggetarkan, serta malam-malam yang lebih panjang untuk bermunajat.

Di rumah-rumah, sebagian keluarga mulai merapikan jadwal, menyusun target khatam Al-Qur’an, atau merencanakan buka puasa bersama. Di masjid-masjid, jadwal imam tarawih mulai dipersiapkan. Ada getar yang tak kasatmata—sebuah kesadaran bahwa waktu untuk memperbaiki diri kembali terbuka lebar.

Jika hilal terlihat sesuai kriteria, maka 18 Februari akan menjadi hari pertama puasa. Namun jika belum memenuhi syarat visibilitas, bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari, sehingga Ramadhan dimulai 19 Februari 2026. Apa pun tanggalnya, yang terpenting adalah kesiapan hati.

Menyambut dengan Persiapan Lahir dan Batin

Ramadhan selalu datang membawa kesempatan baru. Kesempatan memperbaiki hubungan dengan Tuhan, memperkuat kesabaran, serta menata ulang prioritas hidup.

Persiapan menjelang Ramadhan bukan hanya soal bahan makanan atau jadwal kerja, melainkan juga kesiapan fisik dan spiritual:

  • Menjaga kesehatan dan pola makan
  • Mengatur waktu tidur agar kuat menjalani ibadah
  • Menyusun target ibadah harian
  • Memperbanyak doa dan istighfar menjelang masuknya bulan suci

Ramadhan adalah ruang pembelajaran: tentang menahan diri, berbagi, dan memaknai rasa lapar sebagai jalan empati terhadap sesama.

Rindu yang Selalu Kembali

Setiap tahun, Ramadhan hadir dengan cerita yang berbeda. Ada yang menyambutnya dengan suka cita, ada pula yang membawanya dalam kesunyian. Namun satu hal yang tak berubah: ia selalu menjadi bulan yang dirindukan.

Kini, hitung mundur tinggal kurang dari sepekan. Kepastian resmi akan diumumkan setelah Sidang Isbat Kementerian Agama pada 17 Februari 2026. Hingga saat itu, umat Islam menanti dengan doa: semoga dipertemukan kembali dengan Ramadhan, dalam keadaan sehat dan penuh kesiapan.

Karena sejatinya, bukan hanya kita yang menunggu Ramadhan—Ramadhan pun seakan menunggu siapa yang sungguh-sungguh ingin memanfaatkannya.

 

=======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News