Hizbullah Gabung Serang Israel, Konflik Iran Meluas ke Lebanon

1772529236149

Iran, NyaringIndonesia.com – Konflik kawasan kian melebar setelah kelompok bersenjata Lebanon, Hezbollah, menyatakan bergabung membantu Iran menghadapi Israel dan sekutunya.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Hizbullah pada Minggu malam dilaporkan menembakkan sejumlah rudal dan drone ke wilayah Israel sebagai respons atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Hizbullah menyebut serangan tersebut sebagai pembalasan atas “darah murni Ali Khamenei” serta sebagai bentuk pembelaan terhadap Lebanon dan rakyatnya dari serangan Israel yang berulang.

Serangan rudal dan drone yang diluncurkan dari Lebanon memicu sirene peringatan di sejumlah wilayah Israel utara. Ini menjadi serangan pertama dari wilayah Lebanon sejak dimulainya operasi militer AS–Israel terhadap Iran.

Militer Israel merespons cepat dengan menggempur sejumlah basis Hizbullah di Lebanon, termasuk di pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai salah satu basis utama kelompok tersebut.

Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, mengecam peluncuran proyektil dari Lebanon selatan sebagai tindakan “tidak bertanggung jawab” dan “mencurigakan” karena berpotensi menyeret Lebanon ke konflik regional yang lebih luas.

Ia menegaskan bahwa keamanan dan stabilitas nasional harus menjadi prioritas di tengah eskalasi kawasan.

Israel dan Lebanon sebelumnya menyepakati gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat pada 2024, mengakhiri lebih dari setahun pertempuran antara Israel dan Hizbullah. Konflik kala itu memuncak dalam operasi besar Israel yang secara signifikan melemahkan kemampuan militer Hizbullah.

Serangan terbaru ini menimbulkan kekhawatiran bahwa kesepakatan tersebut terancam runtuh, membuka kemungkinan front baru dalam konflik yang sebelumnya terpusat pada Iran dan Israel.

Keterlibatan Hizbullah menandai potensi perluasan konflik menjadi multi-front:

  • Front Iran–Israel
  • Front Lebanon–Israel
  • Keterlibatan langsung Amerika Serikat

Jika eskalasi terus meningkat, kawasan Timur Tengah berisiko memasuki fase konfrontasi terbuka yang berdampak luas terhadap stabilitas keamanan dan ekonomi global.

Jika diperlukan, saya dapat menyusun versi analisis geopolitik yang lebih mendalam (aktor regional, kalkulasi militer, dan implikasi strategis).

 

=======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News