Dewi Perssik jadi korban narasi palsu yang disebar masif lewat siaran langsung
JAKARTA, NYARINGINDONESIA.COM – Kabar palsu tentang meninggalnya Dewi Perssik mendadak ramai beredar di media sosial, memicu kemarahan sang penyanyi. Informasi yang tidak benar tersebut bahkan disebarkan secara masif melalui siaran langsung oleh sejumlah akun.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Fenomena ini muncul dalam berbagai siaran langsung (live), di mana akun-akun tersebut menyampaikan narasi duka secara berulang. Mereka bahkan menampilkan foto Dewi Perssik disertai tulisan bernuansa belasungkawa, seolah kabar tersebut benar-benar terjadi.
Yang lebih meresahkan, penyebaran informasi ini dilakukan secara terkoordinasi. Beberapa akun bergantian melakukan siaran langsung dengan topik serupa, lengkap dengan cerita kronologi yang direkayasa mengenai kecelakaan yang disebut menimpa sang penyanyi.
Menanggapi hal tersebut, Dewi Perssik mengaku kesal, terutama karena konten tersebut disebarkan secara masif melalui fitur live yang berpotensi menyesatkan banyak orang.
Ia juga mengungkapkan pernah diundang untuk bergabung dalam salah satu siaran tersebut. Namun alih-alih mendapatkan kesempatan untuk meluruskan informasi, ia justru menerima perlakuan tidak menyenangkan, termasuk hinaan yang dilontarkan oleh pihak penyelenggara live.
“Beberapa akun live secara massal ngomongin kronologi meninggalnya saya. Kalau dibikin konten nggak apa-apa, cuma kalau dibikin live kan kesal ya,” ujar Dewi Perssik.
Tak berhenti di situ, para pelaku juga menyusun cerita detail terkait kecelakaan yang diklaim terjadi, termasuk kondisi kendaraan yang disebut mengalami kerusakan parah. Narasi tersebut semakin memperkuat kesan seolah peristiwa itu benar adanya.
Dewi Perssik mengaku telah mengidentifikasi belasan akun yang terlibat dalam penyebaran hoaks tersebut.
“Mereka live bergantian, ada sekitar 16 akun yang sudah aku data,” katanya. Depe kini sedang berkonsultasi dengan kuasa hukumnya untuk membuat laporan polisi.
Kasus ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Penyebaran informasi palsu, terlebih yang berkaitan dengan kabar duka, tidak hanya merugikan individu yang bersangkutan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kepanikan dan kesalahpahaman di tengah publik.
======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

