Hossam Hassan Kritik Wasit Usai Mesir Tersingkir dari Piala Dunia 2026

1783476769516

Hossan Hassan menyiratkan dugaan bahwa ada keinginan agar Argentina, khususnya Lionel Messi, tetap melanjutkan perjalanan di turnamen.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

AMERIKA SERIKAT, NYARINGINDONESIA.COM – Pelatih Mesir, Hossam Hassan, meluapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit setelah timnya harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor 2-3 pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Selasa (7/7/2026) malam waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.

Menurut Hassan, Mesir tampil lebih baik dibandingkan sang juara bertahan. Namun, ia menilai hasil pertandingan dipengaruhi oleh sejumlah keputusan yang dianggap merugikan timnya.

Bahkan, ia menyiratkan dugaan bahwa ada keinginan agar Argentina, khususnya Lionel Messi, tetap melanjutkan perjalanan di turnamen.

“Kami bermain lebih baik daripada juara dunia. Dalam banyak aspek kami unggul, tetapi hasil pertandingan dipengaruhi oleh faktor di dalam maupun di luar lapangan. Mungkin ada yang ingin juara bertahan tetap bertahan di kompetisi ini, atau mungkin mereka ingin Messi terus bermain,” ujar Hassan, dikutip dari ESPN.

Ia juga menuding Argentina mendapat perlakuan yang lebih menguntungkan selama pertandingan.

“Juara dunia seperti mendapatkan dukungan di berbagai sisi. Saya merasa ada tekanan tertentu yang memengaruhi jalannya pertandingan,” katanya.

Hassan secara khusus menyoroti sejumlah keputusan wasit yang menurutnya merugikan Mesir. Ia menganggap timnya seharusnya memperoleh hadiah penalti, tetapi insiden tersebut tidak ditinjau melalui VAR. Selain itu, gol kedua Mesir yang sempat dianulir juga dinilai tidak memiliki dasar yang jelas.

“Kami tidak merasakan adanya rasa hormat maupun prinsip fair play. Penalti untuk kami tidak diberikan dan bahkan tidak diperiksa melalui VAR. Gol kedua kami juga dibatalkan dengan alasan yang menurut kami tidak jelas,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa tayangan ulang menunjukkan adanya tarikan terhadap jersey pemain Mesir, tetapi wasit tetap tidak melakukan pemeriksaan menggunakan VAR.

“Semua orang bisa melihat ada tarikan jersey, tetapi tetap tidak ada peninjauan. Hidup memang tidak selalu adil, tetapi olahraga seharusnya menjunjung keadilan,” lanjut Hassan.

Pelatih berusia 59 tahun itu mengaku sempat menyampaikan protes langsung kepada wasit seusai pertandingan.

“Saya mengatakan kepada wasit bahwa keputusan itu tidak adil. Saya juga mengatakan mungkin ada sesuatu yang ia sembunyikan. Setelah pengalaman ini, saya rasa saya tidak akan lagi menonton pertandingan di turnamen ini,” tutup Hassan.