Jakarta, NyaringIndonesia.com — Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer melontarkan kritik keras terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menyebut operasi tangkap tangan (OTT) yang kerap dilakukan lembaga antirasuah tersebut sebagai “operasi tipu-tipu”.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pernyataan itu disampaikan Immanuel, yang akrab disapa Noel, usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026). Ia menilai penggunaan istilah OTT oleh KPK tidak mencerminkan fakta sebenarnya dan berpotensi menyesatkan publik.
“Bahwa mayoritas yang diteriak-teriakkan OTT oleh KPK, itu bohong besar. Jangan ngebohongin rakyat. Jangan ngebohongin presiden,” ujar Noel.
Noel kemudian menjelaskan alasan di balik pernyataannya. Menurut dia, perkara hukum yang menjerat dirinya muncul karena aktivitasnya dianggap mengganggu kepentingan pengusaha dan sebagian elite.
“Kasus saya ini jelas mengganggu yang namanya pengusaha dan juga sebagian elit,” katanya, seperti dikutip dari KompasTV.
Ia menuding kegiatan inspeksi mendadak (sidak) yang selama ini dilakukannya justru dibingkai sebagai upaya pemerasan terhadap pengusaha. Narasi tersebut, kata Noel, kemudian diperkuat dengan penggunaan istilah OTT oleh KPK.
“Jadi ya sidak-sidak yang selama saya lakukan ya dinarasikan bahwa saya memeras pengusaha. Yang paling mudah ya gunakanlah diksi OTT, operasi tipu-tipu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Noel menilai narasi yang dibangun KPK terhadap dirinya sebagai upaya pembunuhan karakter. Ia mengklaim langkah tersebut kerap diarahkan kepada pejabat yang dinilai memiliki prestasi, keberpihakan kepada rakyat, dan tingkat popularitas tertentu.
“Bunuh dulu karakter Noel, sudah selesai itu, tangkap selesaikan. Jadi siapapun pejabat di republik ini yang punya prestasi kemudian berpihak kepada rakyat dan punya popularitas, sikat karena itu akan mengangkat ratingnya KPK,” kata Noel.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari KPK terkait tudingan yang disampaikan Immanuel Ebenezer tersebut.
=======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News