NyaringIndonesia.com – Timnas Football Association 7 (FA7) Indonesia kembali menorehkan sejarah di kancah sepak bola internasional. Skuad Garuda berhasil meraih medali perak sekaligus menempatkan diri sebagai runner-up pada ajang IFA7 World Championship 2026 yang berlangsung di Honduras.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Prestasi membanggakan ini terasa semakin istimewa karena dipastikan tepat pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026). Perjalanan Indonesia menuju partai final pun menjadi sorotan sepanjang turnamen.
Di babak semifinal, Indonesia mencatatkan kejutan terbesar dengan menyingkirkan Brasil, salah satu kekuatan utama sepak bola dunia yang identik dengan gaya permainan Joga Bonito. Dalam laga penuh tensi, skuad Garuda berhasil mengatasi perlawanan Negeri Samba melalui drama adu penalti dengan skor 2-1.
Kemenangan tersebut mengantarkan Indonesia melaju ke partai puncak untuk menghadapi tuan rumah Honduras. Meski akhirnya harus puas finis di posisi kedua, penampilan disiplin, kolektif, dan penuh determinasi yang ditunjukkan para pemain membuat Indonesia semakin diperhitungkan dalam peta kekuatan sepak bola tujuh pemain dunia.
Momen berkumandangnya lagu Indonesia Raya di hadapan publik internasional menjadi simbol kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Presiden FA7 Indonesia, Raden Bambang Pramukantoro, mengaku bersyukur atas pencapaian bersejarah tersebut.
“Pencapaian Timnas Indonesia menjadi juara dua atau runner-up sudah sangat luar biasa di Piala Dunia IFA7 ini. Berkat kasih karunia Tuhan, bangsa Indonesia masih diberikan kesempatan untuk tampil dan bersinar di Piala Dunia,” ujar Bambang dalam keterangan persnya.
Bambang menegaskan, medali perak yang diraih Timnas FA7 Indonesia dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Indonesia sebagai hadiah Hari Lahir Pancasila.
“Kami persembahkan pencapaian ini kepada bangsa Indonesia sebagai hadiah Hari Lahir Pancasila yang tepat jatuh pada hari ini, 1 Juni,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan mengalahkan Brasil menjadi bukti bahwa Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara kuat di level dunia. Namun, hasil tersebut juga akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan prestasi di masa mendatang.
“Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena kami bisa mengalahkan tim dari Negeri Samba. Ke depan, kami akan berlatih lebih keras dan lebih disiplin agar prestasi Indonesia semakin gemilang,” lanjutnya.
Keberhasilan di level dunia tidak membuat FA7 Indonesia berpuas diri. Bambang menegaskan pihaknya akan terus memperluas pembinaan dan pengembangan olahraga FA7 ke seluruh daerah di Indonesia.
Menurutnya, sepak bola tujuh pemain memiliki potensi besar untuk berkembang karena tidak membutuhkan infrastruktur seluas sepak bola 11 lawan 11. Kondisi tersebut membuka peluang lebih besar bagi daerah-daerah untuk mengembangkan kompetisi dan melahirkan talenta-talenta baru.
“Kami akan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh anak bangsa dari berbagai pelosok Indonesia untuk menunjukkan bakat terbaik mereka,” tegas Bambang.
Di akhir keterangannya, manajemen FA7 Indonesia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelatih, pemain, ofisial, serta masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan dan doa sepanjang turnamen.
Raihan medali perak di IFA7 World Championship 2026 bukan sekadar pencapaian prestisius, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi Indonesia untuk terus berkembang dan membidik gelar juara dunia pada edisi-edisi mendatang.

