CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Di tengah penghentian sementara distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) akibat dugaan keracunan massal, kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah di Cimahi dipastikan tetap berlangsung seperti biasa.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pemerintah Kota Cimahi memang mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara penyaluran MBG serta menonaktifkan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 002 sebagai langkah evaluasi. Namun kebijakan tersebut tidak berdampak pada jalannya aktivitas pendidikan di satuan sekolah.
Di SMPN 6 Cimahi misalnya, proses pembelajaran tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Alip Winarta, menegaskan bahwa sekolah tidak meliburkan siswa meskipun sebagian peserta didik dan tenaga pendidik masih menjalani perawatan.
Menurutnya, dari total 1.094 siswa kelas VII hingga IX, hanya sekitar 34 orang yang terdampak, termasuk guru dan staf IT. Karena itu, sekolah memutuskan kegiatan akademik tetap berjalan guna menjamin hak mayoritas siswa untuk memperoleh layanan pendidikan.
“Kegiatan pembelajaran tetap berlangsung. Tidak ada kebijakan libur,” ujarnya belum lama ini.
Meski demikian, sekolah tetap memberikan kelonggaran bagi siswa yang sedang dalam masa pemulihan. Mereka diperbolehkan beristirahat di rumah tanpa dibebani tugas maupun kewajiban akademik hingga kondisi benar-benar pulih.
Selain memastikan KBM berjalan normal, pihak sekolah juga aktif memberikan dukungan moral kepada siswa dan orang tua yang terdampak.
Kunjungan kami lakukan ke sejumlah fasilitas kesehatan tempat para siswa dirawat, seperti RSUD Cibabat dan Mitra Kasih.” tandasnya.
Sementara itu, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur.
“Saat ini kami, juga masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.” tegasnya (Bzo)
