CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Memasuki satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi sejak pelantikan Februari 2025, perhatian kini bergeser pada efektivitas kebijakan dan program pemerintah dalam menjawab kebutuhan warga serta menangani persoalan perkotaan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Survei terbaru dari Indonesia Strategic Institute (INSTRAT) memotret pengenalan warga terhadap pemimpin kota sekaligus dampak nyata dari program yang dijalankan.
Riset yang dilakukan pada 12–15 Februari 2026 dengan melibatkan 450 responden dari seluruh kelurahan di Kota Cimahi menunjukkan mayoritas warga mengenal Wali Kota Ngatiyana (92%) dan Wakil Wali Kota Adhitia Yudhistira (89,6%). Namun, hasil survei menunjukan penurunan saat responden ditanya tentang jabatan resmi keduanya, angka ini menurun menjadi 79% dan 75,6%.
Hal tersebut menandakan perlunya sosialisasi yang lebih luas agar warga memahami peran formal kepala daerah dan wakilnya.
“Hasil survei ini menunjukkan bahwa sebagian warga mengenal sosok Wali Kota dan Wakil Wali Kota, namun belum sepenuhnya memahami posisi formal keduanya sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah. Ini menjadi tantangan komunikasi publik yang perlu diperkuat.” Direktur Politik INSTRAT, Henry Baskoro. Senin (23/02/26).
Selain pengenalan figur, warga menyoroti sejumlah isu strategis yang perlu mendapat perhatian serius.
“Saat ini, asyarakat mengharapkan pentingnya pengelolaan sampah dan banjir, perluasan lapangan kerja, penguatan UMKM, terutama pemberdayaan perempuan, serta layanan publik yang merata seperti klinik keliling, ruang kreatif bagi generasi muda, dan program beasiswa pendidikan.” tambahnya.
Warga juga menaruh perhatian pada efektivitas program pemerintah dibandingkan periode sebelumnya.
“Berdasarkan survei, sebagian besar masyarakat menilai program-program terbaru memberikan dampak positif, termasuk peningkatan responsivitas pemerintah dalam menanggapi keluhan dan kebutuhan warga.” tandasnya.
Dalam hal pembangunan ekonomi, Henry menegaskan, pengembangan UMKM melalui pemberdayaan kaum ibu menjadi salah satu fokus penting. Program yang inklusif dan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat menjadi prioritas.
Lebih lanjut, warga juga meminta pemerintah memperluas layanan sosial untuk kelompok rentan dan meningkatkan akses kesehatan melalui klinik keliling.
“Masyarakat ingin program pemerintah tidak hanya dikenal, tetapi benar-benar bisa diakses dan memberi manfaat nyata bagi warganya.” jelasnya.
Survei INSTRAT menekankan bahwa pengakuan publik terhadap Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi tak hanya soal popularitas, namun mesti disertai implementasi kebijakan yang efektif, responsif terhadap kebutuhan warga, dan mampu menyelesaikan tantangan kota secara konkret.
“Artinya, , Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan setiap program dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat.” pungkasnya. (Bzo).
