Intake Tersumbat Sedimen, Produksi Air Cimahi Turun

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Hujan lebat yang sempat mengguyur wilayah Cimahi pada Jumat sore menyebabkan aliran Sungai Cimahi membawa limpahan sedimen dan sampah.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Limpahan sedimen tersebut membuat suplai air baku menuju instalasi BLUD tersendat dan kapasitas produksi air bersih menurun drastis.

Pelaksana Tugas DKPP Kota Cimahi, Endang, menyampaikan bahwa derasnya hujan memicu kiriman material dari hulu sungai yang masuk ke area intake BLUD, salah satu titik utama penyaluran air baku.

“Arus kuat kemarin membawa lumpur, sedimen, sampah plastik, serta potongan material lain yang tersangkut pada saringan sebelum air masuk ke instalasi,” ucap Endang, Sabtu (06/12/25).

Ia menjelaskan, meningkatnya tinggi permukaan air sungai juga membuat timbunan sedimen menutup pintu masuk air ke intake. “Saat permukaan air naik, sedimen ikut terangkat dan menutup jalur masuk air. Akibatnya alirannya merosot bahkan sempat berhenti,” katanya.

Gangguan ini membuat jumlah air yang bisa diolah menurun sehingga ketersediaan air di reservoir turut menipis. Sementara distribusi kepada warga tetap berjalan, cadangan air perlahan habis dan mengakibatkan beberapa titik pelayanan terganggu.

Meski begitu, tim BLUD bergerak cepat melakukan pembersihan sedimen serta sampah yang menghambat intake.

“Pagi tadi tim sudah melakukan penanganan. Penyaringan diperbaiki, sampah disingkirkan, dan pengolahan mulai kembali berjalan. Alhamdulillah suplai air sudah kembali mengalir,” tambahnya.

Endang mengakui debit air yang masuk belum pulih sepenuhnya. Aliran yang masuk ke instalasi masih kecil dan belum mencapai kondisi normal. Ia menegaskan penyumbatan kemarin disebabkan campuran sedimen dan sampah plastik yang terbawa arus sungai.

“Intake tertutup material padat seperti plastik dan sedimen sehingga aliran terhambat,” jelasnya.

Normalnya, BLUD menerima pasokan sekitar 80 liter per detik. Ketika aliran kemarin berhenti total, pihaknya langsung menambahkan filter untuk menghalangi masuknya material besar ke instalasi.

“Filter tambahan kami pasang agar potongan plastik atau benda padat tidak lagi masuk ke sistem,” ujarnya.

Saat ini suplai air kepada warga telah kembali berjalan meski belum stabil. Endang menambahkan bahwa proses pemulihan reservoir dan instalasi pengolahan membutuhkan waktu agar dapat kembali ke kapasitas maksimal.

“Menghadapi prakiraan cuaca ekstrem beberapa hari ke depan, kami akan meningkatkan pengecekan dan pemeliharaan secara berkala,” pungkasnya. (Bzo)

 

 

 

Berita Utama