Iran Protes Keras Dugaan Serangan Ukraina terhadap Kapal Dagang di Laut Kaspia

1785049668572

Araghchi mengecam keras serangan yang disebut menyasar kapal Iran di Laut Kaspia.

TEHERAN, NYARINGINDONESIA.COM – Ketegangan antara Iran dan Ukraina kembali memanas setelah Teheran menuding Kyiv berada di balik serangan terhadap sebuah kapal dagang Iran di Laut Kaspia. Insiden yang disebut terjadi pada Sabtu itu dilaporkan menyebabkan seorang pelaut tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan Kementerian Luar Negeri Iran langsung memanggil kuasa usaha Ukraina di Teheran untuk menyampaikan nota protes. Pemerintah Iran menyebut serangan tersebut sebagai tindakan permusuhan sekaligus kejahatan yang melanggar hukum internasional.

Dalam keterangannya, Kementerian Luar Negeri Iran mengklaim kepemimpinan Ukraina telah mengakui operasi tersebut. Teheran menilai tindakan itu mencerminkan sikap bermusuhan Kyiv yang terus berlanjut terhadap Iran dan menegaskan akan mengambil langkah untuk melindungi kepentingan nasionalnya.

Iran juga menyebut serangan terhadap kapal sipil itu bertentangan dengan Pasal 2 Ayat (4) Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa yang melarang penggunaan kekuatan terhadap negara lain. Menurut Teheran, insiden tersebut berpotensi memperluas eskalasi konflik Rusia-Ukraina ke kawasan yang lebih luas.

“Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga membahas masalah ini dalam panggilan telepon dengan Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri Kaja Kallas,” kata kantor Araghchi dalam sebuah pernyataan.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui kanal Telegram resminya, Araghchi mengecam keras serangan yang disebut menyasar kapal Iran di Laut Kaspia. Ia mendesak Dewan Keamanan PBB, Uni Eropa, serta komunitas internasional memberikan respons tegas dan meminta agar pihak yang bertanggung jawab maupun pendukung aksi tersebut dimintai pertanggungjawaban.

“Pihak Iran sebenarnya tidak senang dengan [serangan itu], sementara mereka juga menghadapi blokade AS di pantai selatan,” kata Tohid Asadi dari Aljazirah melaporkan dari Teheran.

Pengamat Al Jazeera di Teheran, Tohid Asadi, mengatakan insiden tersebut menambah tekanan terhadap aktivitas perdagangan maritim Iran. Menurutnya, di saat Teheran masih menghadapi tekanan dan pembatasan di kawasan Teluk akibat kebijakan Amerika Serikat, gangguan terhadap jalur pelayaran di Laut Kaspia menjadi tantangan baru bagi perekonomian negara itu.

Meski demikian, Kementerian Luar Negeri Iran kembali menegaskan bahwa negaranya tidak pernah terlibat secara langsung dalam perang yang berlangsung antara Rusia dan Ukraina.

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan melalui akun media sosial X bahwa militer Ukraina berhasil melaksanakan operasi serangan jarak jauh di kawasan Laut Kaspia dengan hasil yang disebutnya sangat signifikan.

Menurut Zelenskyy, sasaran operasi tersebut adalah kapal-kapal yang diduga digunakan untuk mengangkut logistik militer yang berkaitan dengan Iran serta sebuah kapal perang Rusia. Namun, ia tidak menyebut adanya kapal dagang Iran yang menjadi target serangan.

Dalam pernyataan terpisah, Zelenskyy juga menuduh Rusia telah menyerahkan citra satelit sejumlah negara Teluk dan lokasi fasilitas militer Amerika Serikat kepada Iran. Data yang dimaksud, menurutnya, mencakup pengamatan terhadap pangkalan udara di Bahrain, Yordania, dan Kuwait pada 19 hingga 20 Juli.

Hubungan Iran dan Ukraina sendiri telah memburuk sejak 2022 setelah Teheran menjual drone Shahed kepada Rusia. Drone tersebut kemudian diproduksi dan digunakan secara masif oleh Moskow dalam operasi militer di wilayah Ukraina.

Pemerintah Ukraina mengklaim telah berhasil menembak jatuh lebih dari 44.000 drone rancangan Iran sejak invasi Rusia dimulai. Selain itu, Kyiv juga menawarkan teknologi pencegah drone beserta tenaga ahli kepada sejumlah negara Teluk, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Kuwait, yang sebelumnya pernah menjadi sasaran serangan menggunakan pesawat nirawak.

 

======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News