Peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih diturunkan dari mobil ambulans dengan pengawalan ketat personel TNI.
Cimahi, NyaringIndonesia.com – Suasana duka mendalam menyelimuti Kota Cimahi saat jenazah Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar tiba di rumah duka, Kampung Cikendal, pada Sabtu (4/4/2026) malam.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Isak tangis keluarga dan kerabat pecah saat peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih diturunkan dari mobil ambulans dengan pengawalan ketat personel TNI.
Mayor Zulmi merupakan salah satu prajurit terbaik yang gugur dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon Selatan akhir Maret lalu akibat insiden ledakan ranjau saat menjalankan tugas evakuasi.
Atas dedikasinya, almarhum dianugerahi kenaikan pangkat luar biasa dari Kapten menjadi Mayor Anumerta.
Perwakilan keluarga, Bapak H. Mulyadi (paman almarhum), menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam namun sekaligus bangga atas pengabdian keponakannya.
“Kami sekeluarga sangat terpukul, tapi kami ikhlas. Zulmi meninggal saat menjalankan tugas mulia demi perdamaian dunia. Dia selalu bilang bahwa menjadi tentara adalah pengabdian seumur hidupnya, dan dia membuktikannya sampai titik darah penghabisan,” ujar Mulyadi dengan suara bergetar di rumah duka.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0609/Cimahi, Letkol Inf. Ahmad Syarif, yang hadir menyambut kedatangan jenazah, menegaskan bahwa TNI kehilangan salah satu putra terbaiknya.
“Almarhum adalah sosok prajurit yang disiplin dan memiliki integritas tinggi. Kepergiannya adalah kehilangan besar bagi satuan dan negara. Kami pastikan prosesi pemakaman besok akan dilakukan dengan upacara militer penuh sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas jasa-jasanya,” tegas Letkol Ahmad Syarif.
Rencananya, jenazah almarhum akan diberangkatkan dari rumah duka pagi ini, Minggu (5/4/2026), menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, untuk dimakamkan secara militer. Puluhan karangan bunga dari berbagai pejabat tinggi negara, termasuk Panglima TNI dan Kapolri, tampak berderet di sepanjang jalan menuju rumah duka. (Gils)
