Isu Kenaikan BBM Per 1 April 2026 Resahkan Warga

1775012208297

Otoritas terkait telah membantah isu kenaikan BBM

Cimahi, NyaringIndonesia.com – Gelombang keresahan melanda masyarakat di berbagai daerah menyusul beredarnya rumor mengenai rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), baik jenis subsidi maupun non-subsidi, per 1 April 2026.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Meskipun kabar tersebut telah dibantah secara tegas oleh otoritas terkait, kekhawatiran akan dampak inflasi susulan masih terasa di tingkat konsumen.

Pantauan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Cimahi dan sekitarnya menunjukkan adanya peningkatan antrean kendaraan, terutama di jalur Pertalite dan Solar.

Beberapa warga mengaku sengaja mengisi penuh tangki kendaraan mereka karena khawatir harga akan benar-benar naik.

“Saya dengar dari media sosial katanya mau naik hari ini. Makanya saya antre dari tadi pagi buat full-in tangki motor. Kalau benar naik, biayanya kan jadi tambah berat buat ojek online kayak saya,” ujar Ilfan (20), salah seorang pengendara motor, Rabu (01/04/2026).

Meroespon keresahan ini, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan pihak Istana Kepresidenan mengeluarkan pernyataan resmi untuk meredam kepanikan.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa tidak ada kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM pada tanggal 1 April 2026.

Ia meminta masyarakat untuk tidak termakan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sumbernya (hoax).

“Kami tegaskan lagi, hari ini, 1 April 2026, tidak ada kenaikan harga BBM, baik itu Pertalite, Solar, maupun BBM non-subsidi seperti Pertamax series. Harga masih sama dengan periode sebelumnya,” ujar Bahlil dalam keterangannya kepada media.

Senada dengan itu, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, juga memastikan bahwa Presiden tidak mengeluarkan arahan mengenai penyesuaian harga BBM dalam waktu dekat.

Pemerintah, lanjutnya, masih fokus menjaga stabilitas harga energi untuk menjaga daya beli masyarakat.
evaluasi berkala dan pembatasan
meskipun harga saat ini dipastikan tidak naik.

Kementerian ESDM menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan evaluasi harga BBM non-subsidi secara berkala setiap bulannya, menyesuaikan dengan pergerakan harga minyak mentah dunia dan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Hal ini sesuai dengan mekanisme pasar yang berlaku untuk BBM non-subsidi.

Di sisi lain, masyarakat juga masih memantau perkembangan terkait rencana pembatasan pembelian BBM bersubsidi (Pertalite dan Solar) menggunakan QR Code (Sistem MyPertamina) yang mulai diuji coba secara bertahap di berbagai wilayah.

Kebijakan ini bertujuan agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran.
Pemerintah menghimbau agar masyarakat tidak melakukan panic buying yang justru dapat menyebabkan kelangkaan stok di lapangan. Stok BBM dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan nasional. (Gils)