Jarnas Minta Jokowi Panggil Kominfo

Aksi Jarnas
Jaringan Nasional Koalisi Mahasiswa Dan Pemuda Anti Korupsi (Jarnas)  melakukan aksi di depan Kementrian Kominfo menyoal dugaan bocornya data legistrasi pengguna SIM Prabayar dan data pelanggan PLN.

JAKARTA, NyaraingIndonesia.com – Jaringan Nasional Koalisi Mahasiswa Dan Pemuda Anti Korupsi (Jarnas)  melakukan aksi di depan Kementrian Kominfo menyoal dugaan bocornya data legistrasi pengguna SIM Prabayar dan data pelanggan PLN. Rabu (14/09/2022).

Mereka menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera memeriksa Menteri Kominfo Joni G Plate terkait kebocoran data legistrasi pengguna SIM Prabayar dan penjualan data pelanggan PLN.

Kementrian Komonikasi dan Informatika Indonesia (Kominfo) menjual data masyarakat lebih dari 1,3 milyar data legistrasi pengguna SIM Prabayar dan 17 juta lebih data pelanggan PLN.

Sebagaimana diketahui bahwa pelaksanaan registrasi pelanggan jasa telah di atur dalam permenkominfo Nomor 12 Tahun 2016 tentang jasa telekomunikasi. Sesuai dengan ketentuan pasal 17 ayat (3) dan (5) peraturan Menkominfo tersebut. Penyelenggara jaringan bergerak seluler wajib merahasiakan data dan identitas pelanggan serta wajib memeliki sertifikasi paling rendah ISO 27001 untuk keamanan informasi dalam mengelola data pelanggan.

BACA JUGA:  Danseskoau kunjungi Seskoal Pererat Tali Silaturahmi

Seruan para pelaku aksi, “Ini satu hal yang tidak harus di biarkan begitu saja berlalu, maka kami menuntut dan meminta”

1. Kementrian Komonikasi dan Informatika agar segera transparansi dan bertanggung jawab atas kasus adanya dugaan kebocoran dan pelanggan PT. PLN Persero dan PT. Telkomsel Indonesia.
2. Mendesak dan menuntut Presiden Republik Indonesia Jokowidodo untuk segera reshuffle menteri kominfo dan mengusut tuntas para mafia kebocoran data.
3. BUMN Erik Tohir untuk segera mencopot Hendri Mulya Syam dari direktur PT. Telkomsel karena di nilai gagal total.
4. Mendesak dan menuntut Dirjen Aplikasi dan Informatika Kemenkomifo Samuel Abrijani Pengerapan untuk segera mundur dari jabatanya.

BACA JUGA:  Jelang G20 Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung Makin Siap

“Pada Agustus 2022  saja sudah terjadi 5 kasus, bagaimana  kedepannya. Kepemimpinannya, Mentrian Kominfo Joni G plate belum sebaik yang kita kira,” Ucap Mako salah satu pendemo.

BERITA TERBARU