JK Kritik Kebijakan WFH

1775198136203
Staf Khusus Wapres Sebut WFH Jadi Langkah Strategis Tekan Konsumsi BBM dan Dukung Transisi Energi

Jakarta, NyaringIndonesia.com – Mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), menyampaikan kritik terhadap kebijakan work from home (WFH) yang saat ini diterapkan pemerintah.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Ia menilai kebijakan tersebut, yang bertujuan menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM), belum tentu efektif dalam praktiknya.

Menurut JK, penghematan BBM melalui WFH tidak sepenuhnya tepat karena aktivitas di gedung perkantoran tetap membutuhkan energi listrik, seperti untuk lampu, pendingin ruangan (AC), dan perangkat lainnya. Sementara itu, listrik tersebut sebagian besar masih dipasok dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Selain itu, JK juga mengingatkan adanya potensi penurunan kinerja aparatur sipil negara (ASN) apabila sistem kerja jarak jauh tidak diawasi secara optimal. Ia menekankan bahwa dalam situasi krisis, produktivitas justru harus ditingkatkan, bukan sebaliknya.

Menanggapi kritik tersebut, Staf Khusus Wakil Presiden, Nico Harjanto, menegaskan bahwa kebijakan WFH merupakan langkah strategis pemerintah untuk menekan konsumsi BBM harian, khususnya dalam kondisi keterbatasan energi.

Nico memastikan pemerintah terus memantau pelaksanaan WFH agar tidak mengganggu kinerja ASN maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia juga menyebut kebijakan ini bukan hanya solusi sementara, tetapi bagian dari upaya jangka panjang dalam menghadapi tantangan krisis energi.

Lebih lanjut, Nico menekankan bahwa pemerintah tengah mempercepat proses transisi energi sebagai solusi mendasar untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.

Ia menambahkan, setiap kebijakan yang diambil pemerintah dalam menghadapi krisis energi dilakukan secara hati-hati dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi nasional.