JK Murka Dituduh Danai Isu Ijazah Jokowi

1776581047473
Jusuf Kalla bantah keras tudingan Rp5 miliar, sebut tak kenal penuduh dan singgung perannya dalam karier politik Jokowi

JAKARTA, NYARINGINDONESIA.COM – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menyampaikan keberatannya atas tuduhan yang dilontarkan Rismon Sianipar terkait dugaan pendanaan dalam polemik ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Mengacu pada laporan Detik.com, Minggu (19/4/2026), JK menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam isu tersebut. Ia bahkan mengaku sempat dihubungi oleh Rismon serta Roy Suryo, namun memilih untuk tidak merespons karena ingin menjaga posisi netral.

“Ini soal Rismon ini sudah melibatkan semua orang, dituduhlah saya, dituduh Puan, dituduh SBY, dituduh siapa. Itu pengalihan saja. Jadi saya marah kenapa? Apalagi saya dituduh kasih Rp 5 M, mana saya kasih Rp 5 M? Ketemu aja tidak tahu saya, kenal pun tidak. Ini buktinya WA-nya. Tidak saya bilang,” kata JK saat jumpa pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

Menurut JK, tudingan tersebut justru menyeret banyak tokoh lain tanpa dasar yang jelas. Ia menilai hal itu sebagai upaya pengalihan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Lebih lanjut, JK juga mengungkap perannya dalam perjalanan politik Jokowi. Ia menyebut pernah mengusulkan nama Jokowi kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, saat pemilihan kepala daerah DKI Jakarta.

Ia juga menuturkan bahwa pencalonan Jokowi sebagai presiden kala itu disertai syarat dirinya mendampingi sebagai wakil presiden. Menurut JK, Megawati menganggap dirinya memiliki pengalaman yang cukup untuk membimbing Jokowi dalam menjalankan pemerintahan.

“‘Kenapa Bu saya mesti wakil?’, ‘karena Pak JK yang paling berpengalaman, bimbinglah dia’. Aduh saya mau pulang kampung waktu itu mau pulang ke Makassar, Ibu Mega bilang’jangan, Pak Jusuf dampingi. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Jusuf’. Ya bukan saya minta, bukan. Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau tidak berpengalaman. Mengerti? Jadi jangan coba. Minta maaf ya, kasih tahu semua itu buzer buzzer itu. Dia tidak jadi Gubernur kalau bukan saya, ngerti?” imbuh JK.

Pernyataan ini disampaikan JK ketika menanggapi pertanyaan terkait laporan polisi atas video ceramahnya mengenai “mati syahid” di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Ia ditanya apakah isu tersebut berkaitan dengan dinamika politik yang sedang berkembang.

Menanggapi hal itu, JK memilih untuk tidak berspekulasi. Namun, ia mengisyaratkan bahwa polemik yang muncul kemungkinan berkaitan dengan langkahnya melaporkan Rismon ke pihak kepolisian atas tuduhan pendanaan yang diarahkan kepadanya.

 

======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News