JWI Kota Cimahi Kenalkan Dunia Jurnalistik bagi Tenaga Pendidik

JWI Cimahi
Dari kiri, Moderator, Akademisi Iman S Nurdin, pegiat media Heriyana, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Hendra Gunawan

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – puluhan tenaga pendidik tingkat sekolah dasar dan menengah pertama mengikuti kegiatan sosialisasi pengenalan jurnalistik.
Kegiatan ini bertujuan memperluas pemahaman peserta mengenai dunia kewartawanan sekaligus mengenalkan lebih jauh profesi jurnalis beserta perannya di tengah masyarakat.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Cimahi, Bubun Munawar, menegaskan bahwa menjamurnya berbagai platform media menjadi sinyal peringatan agar publik lebih cermat dalam memilih sumber informasi. Menurutnya, kredibilitas media serta kualitas isi pemberitaan harus menjadi perhatian utama.

JWI Kota Cimahi
Tenaga pendidik jenjang SD dan SMP Kota Cimahi bersama narasumber saat Sosialisasi Jurnalistik di Aula Kecamatan Cimahi Tengah

“Hal yang sama juga berlaku bagi lembaga atau institusi. Mereka perlu bijak menentukan media yang akan dijadikan mitra publikasi agar informasi yang disampaikan dapat dikonsumsi dengan tepat oleh masyarakat,” ujar Bubun saat menyampaikan sambutan Sosialisasi Jurnalistik di Aula Kecamatan Cimahi Tengah. Jum’at (19/12/25).

Ia menjelaskan, Jajaran Wartawan Indonesia merupakan organisasi profesi wartawan yang berdiri di Jakarta pada 2022 dan berkembang menjadi organisasi berskala nasional pada 2024. Sementara itu, kepengurusan JWI di wilayah Cimahi resmi terbentuk pada 10 Februari 2025, berdasarkan surat keputusan dari Dewan Pimpinan Nasional JWI.

“Kami memandang penting adanya pemahaman yang seimbang dari masyarakat maupun lembaga dalam membangun kerja sama yang proporsional dengan media,” katanya.

Pemahaman tersebut, lanjut Bubun, mencakup pengenalan karakteristik media, tugas dan fungsi jurnalis, serta konsep pers dalam proses publikasi dan penyebaran informasi.

“Melalui kegiatan kami juga berharap masyarakat dapat memiliki sudut pandang yang lebih objektif terhadap media dan para pekerja pers.” lanjutnya.

Adapun materi yang disampaikan narasumber Iman s Nurdin dan Heryana adalah pengenalan lembaga publikasi secara komprehensif. Setiap media, memiliki karakter dan kebijakan berbeda yang umumnya ditentukan oleh konsep serta visi perusahaan media masing-masing.

Iman s Nurdin menyampaikan, masyarakat jperlu memahami ruang lingkup kerja, tugas, dan batasan profesi wartawan. Ia menilai masih banyak pihak yang ragu atau bahkan enggan bekerja sama dengan media karena pengalaman buruk dengan oknum yang mengatasnamakan wartawan.

“Situasi ini kerap muncul akibat kurangnya pemahaman publik dalam mengidentifikasi media dan jurnalis yang profesional serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik,” ujarnya

Melalui sosialisasi ini, kata Iman, masyarakat diharapkan dapat memahami hak dan kewajiban wartawan, sekaligus hak-hak publik dalam kegiatan jurnalistik.

” Pemahaman ini, Saya harapkan menjadi bekal sebelum menentukan media yang akan diajak bekerja sama dalam kegiatan publikasi.” tambahnya.

Sementara Heryana, mengungkapkan, bahwa berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, sektor pendidikan menjadi salah satu bidang yang paling sering bersinggungan dengan aktivitas jurnalistik.

“saya yakin ibu dan bapa yang hadir saat ini, kerap menemui berbagai karakter yang berbeda dari seorang wartawan saat mereka berkunjung atau sekedar mencari informasi untuk dimuat dimedianya.. ” ungkapnya.

Oleh sebab itu, kata Heryana, mengenal dunia jurnalistik, sangat dibutuhkan oleh kalangan pendidikan, agar memahami bagaimana cara mereka menjalankan tugasnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Hendra Gunawan, menyampaikan, pemerintah Kota Cimahi melalui Diskominfo telah membuat aturan, sebagai salah syarat menjalin kemitraan.

“Bagi mereka yang telah menjadi mitra Pemkot Cimahi, mereka akan ditandai dengan atribut berupa rompi dan nama dari wartawan yang bertugas telah tertera di rompi.” ujarnya.

Ia memastikan, seluruh media yang menjalin kerjasama akan bekerja profesional, sesuai dengan undang-undang yang selama ini menjadi acuan mereka dalam bertugas.

” Saya yakin wartawan Cimahi bekerja sesuai dengan aturan atau regulasi yang telah ditetapkan undang-undang. ” pungkasnya. (Bzo)

Berita Utama