BENGKALIS, NYARINGINDONESIA.COM – Kabut asap yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Bengkalis mulai mendapat perhatian serius. Untuk memastikan kondisi masyarakat tetap terkendali, Koramil Bengkalis bersama jajaran Puskesmas turun langsung melakukan pemantauan kesehatan warga di sejumlah wilayah terdampak.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan munculnya gangguan kesehatan akibat paparan asap, terutama keluhan yang berkaitan dengan saluran pernapasan.
Sejumlah personel Koramil ikut terjun bersama petugas kesehatan. Mereka di antaranya Serka Namayla, Serda Amroni, Kopral Limbong, dan Pratu Gopi. Tim melakukan pemantauan sekaligus mengambil sampel di beberapa titik yang terdampak kabut asap.
Salah seorang personel Koramil Bengkalis menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut koordinasi bersama Dinas Kesehatan melalui Puskesmas untuk mengantisipasi dampak Karhutla terhadap masyarakat.
“Ini merupakan tindak lanjut untuk ikut bersama Dinas Kesehatan, dalam hal ini Puskesmas, terutama dampak kabut asap yang disebabkan Karhutla di Kecamatan Bengkalis,” ujarnya.
Berdasarkan pemantauan sementara di lapangan, kondisi kesehatan masyarakat masih berada dalam batas wajar. Tim belum menemukan indikasi gangguan kesehatan serius yang berkaitan dengan paparan kabut asap, termasuk kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Alhamdulillah, masih dalam tahap medis dan masih dalam batas wajar. Belum ada kendala masalah kabut asap untuk ISPA atau lainnya. Kami masih menunggu keterangan dari pihak Puskesmas,” katanya.
Meski kondisi sementara terpantau aman, pemantauan tetap dilakukan sebagai langkah deteksi dini. Sebab, paparan asap dalam jangka waktu tertentu tetap berpotensi memengaruhi kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan.
Selain memantau kesehatan, Koramil juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh aktivitas pembakaran lahan.
Pencegahan Karhutla, menurutnya, bukan semata-mata menjadi tugas aparat. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat agar api tidak kembali meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
“Kami harapkan seluruh elemen masyarakat sama-sama menjaga agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan. Tidak bisa kita saja yang menjaga, harus ada kesadaran bersama,” tegasnya.
Masyarakat juga diminta meninggalkan kebiasaan membakar lahan sembarangan, termasuk dengan alasan membersihkan area perkebunan atau lahan kosong.
“Kalau memang tidak perlu, jangan dibakar. Hal yang tidak perlu kita bakar, nanti malah terbakar semua,” pungkasnya.
Pemantauan gabungan Koramil dan Puskesmas menjadi bagian dari upaya mengantisipasi dampak Karhutla sekaligus memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga.
Namun, pencegahan tetap menjadi kunci. Sebab sebelum asap memenuhi udara, api biasanya bermula dari satu titik yang sebenarnya bisa dicegah.

