KAI dan Menteri PKP Siap Ambil Alih Lahan yang Dikuasai Ormas

1775695984628

Penguasaan lahan PT KAI oleh ormas menjadi kendala terbesar pembangunan hunia bagi rakyat.

Jakarta, NyaringIndonesia.com – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi perusahaan dalam mengelola asetnya.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Banyak lahan strategis milik KAI, terutama di kawasan padat seperti Senen dan Tanah Abang, Jakarta, telah dikuasai secara ilegal oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) selama puluhan tahun.

Persoalan ini mencuat dalam rapat koordinasi antara manajemen KAI dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri yang akrab disapa Ara ini mempertanyakan mengapa banyak lahan BUMN yang terbengkalai, padahal secara hukum status kepemilikannya sudah jelas milik KAI.

Bobby menjelaskan bahwa kendala utama di lapangan adalah resistensi dari pihak ormas yang menempati lahan tersebut tanpa izin. Hal inilah yang menghambat rencana optimalisasi lahan untuk proyek hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di sekitar stasiun.

Merespons laporan tersebut, Menteri Ara menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Ia menyatakan bahwa ini adalah masalah keberanian dan ketegasan dalam menegakkan hukum. Menurutnya, negara tidak boleh kalah oleh pihak-pihak yang menguasai aset negara secara ilegal.

Lebih lanjut, Ara berkomitmen untuk merebut kembali lahan-lahan tersebut demi kepentingan yang lebih besar. Rencananya, lahan hasil penertiban akan difokuskan untuk membangun hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah, sehingga aset negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi rakyat.