Kakanwil Agama Provinsi Ingin Jabar Jadi Kota Santri

1775984036956
Silaturahmi Akbar dan Seminar Pendidikan bagi Guru RA dan Madrasah yang digelar oleh Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Kabupaten Sumedang.

Sumedang, NyaringIndonesia.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, M.Si., secara resmi membuka kegiatan Silaturahmi Akbar dan Seminar Pendidikan bagi Guru RA dan Madrasah yang digelar oleh Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Kabupaten Sumedang. Acara tersebut berlangsung di GOR Tajimalela, Sumedang, pada Sabtu (11/4/2026).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dalam sambutannya, Dudu Rohman menyampaikan harapannya agar Jawa Barat dapat berkembang menjadi pusat pendidikan madrasah. Ia bahkan mengajak seluruh peserta untuk mendukung gagasan tersebut.

“Apakah Bapak dan Ibu setuju jika Jawa Barat menjadi Kota Madrasah?” ujar Dudu.

Pertanyaan itu langsung disambut serempak oleh para peserta dengan jawaban setuju, disertai tepuk tangan meriah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Nyanyu Khodijah, S.Ag., M.Si.; Anggota Komisi VIII DPR RI, Dr. KH. Maman Imanul Haq, MM; Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, ST, MM; Kepala Bidang Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Barat, Drs. H. Usep Saepudin Muchtar, M.Pd.; Ketua PW PGMI Jawa Barat, H. Hasbullah, SE., MA.Ek.; serta Ketua PD PGMI Sumedang, H. Budi Arista Hidayat, S.Pd.I., M.Si.

Dudu mengakui bahwa dirinya masih memiliki banyak pekerjaan untuk meningkatkan prestasi madrasah di Jawa Barat. Namun demikian, ia menegaskan adanya tekad bersama antara pemerintah dan para guru untuk melahirkan berbagai pencapaian baru, salah satunya melalui gagasan pembentukan Kota Madrasah.

Sebagai langkah nyata, pada tahun 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat berencana menyelenggarakan kompetisi khusus bagi siswa madrasah. Program tersebut telah mulai disosialisasikan ke berbagai daerah.

Ia juga meminta setiap Madrasah Aliyah menyiapkan sekitar 25 siswa yang memiliki kemampuan membaca dan memahami kitab kuning. Para siswa tersebut diharapkan dapat memperoleh dukungan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Dudu berharap Komisi VIII DPR RI dapat membantu menyediakan beasiswa bagi siswa-siswa terpilih dari setiap kabupaten dan kota. Nantinya, mereka akan disebar ke berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat maupun daerah lain di Indonesia, bahkan berpeluang menempuh pendidikan di perguruan tinggi bertaraf internasional.

Menurutnya, penguasaan ilmu agama, khususnya pemahaman kitab kuning, akan memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter generasi muda.

“Tujuan akhirnya adalah melahirkan generasi terbaik atau *khairul ummah*. Jika mahasiswa memahami kitab kuning dengan baik, maka nilai-nilai keagamaan akan memengaruhi perilaku sosial mereka,” ujarnya.

Dorong Madrasah Berprestasi

Lebih lanjut, Dudu menegaskan bahwa kebangkitan madrasah merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak. Ia menilai madrasah harus mampu menjadi lembaga pendidikan unggulan yang melahirkan sumber daya manusia berkualitas.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ia menyebutkan ada tiga unsur utama yang harus bersinergi, yakni kepala madrasah, para guru dan pengawas, serta dukungan masyarakat.

Ke depan, pihaknya akan menggelar berbagai kegiatan kompetitif yang berorientasi pada prestasi, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga tingkat provinsi. Lomba yang disiapkan tidak hanya mencakup bidang akademik seperti sains dan olahraga, tetapi juga kompetisi keagamaan, termasuk kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an serta kitab kuning.

Selain itu, Kementerian Agama juga tengah merancang pengembangan delapan madrasah unggulan di Jawa Barat yang diharapkan dapat menjadi rujukan pendidikan, tidak hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi daerah lain di Indonesia.

“Harapannya, masyarakat tidak perlu lagi mencari madrasah unggulan ke luar daerah. Di Jawa Barat sendiri sudah tersedia lembaga pendidikan yang berkualitas,” pungkasnya.