Kang Sidkon Djampi Sampaikan Duka Mendalam atas Tragedi Longsor di Pasirlangu, KBB

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB, H. Muhamad Sidkon Djampi S.H, MM menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tanah longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026.

Bandung Barat, NyaringIndonesia.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB, H. Muhamad Sidkon Djampi S.H, MM menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tanah longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026. Bencana tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut, Sabtu(24/1/2026).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dalam pernyataannya, Kang Sidkon menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang terdampak. “Saya atas nama pribadi dan sebagai anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa Barat menyampaikan duka cita yang dalam atas musibah yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, data sementara mencatat:
– 6 orang meninggal dunia
– 84 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian
– 21 orang selamat dan tengah mendapatkan penanganan medis
– Puluhan rumah warga tertimbun material longsor.

Kang Sidkon turut mendoakan para korban yang meninggal dunia agar diampuni segala dosa dan kesalahannya serta mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia juga berharap para korban yang masih hilang segera ditemukan dalam keadaan selamat dan mendapatkan penanganan medis yang layak.

“Bagi para korban yang mengalami kerugian, semoga diberikan ketabahan dan kesabaran. Ujian ini semoga menjadi jalan menuju kebaikan di hari-hari mendatang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kang Sidkon menegaskan pentingnya langkah preventif dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menghadapi potensi bencana alam. Ia meminta agar dilakukan pemetaan menyeluruh terhadap wilayah-wilayah rawan bencana, baik yang disebabkan oleh faktor hidrologi maupun hidrometeorologi.

“Pemetaan potensi bencana harus dilakukan secara cermat, diinvestigasi dan diperhitungkan agar bisa diantisipasi, bahkan kalau bisa dihindari,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergerak cepat dalam penanganan bencana, termasuk BPBD, TNI, Polri, dan para relawan. Menurutnya, mitigasi bencana menjadi hal yang sangat penting mengingat tingginya curah hujan di wilayah Jawa Barat yang berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir dan tanah longsor.

“Saya yakin Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi potensi bencana lainnya,” pungkasnya.

Saat ini, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang hilang. Kebutuhan mendesak di lokasi bencana meliputi makanan, selimut, pakaian, dan obat-obatan.

Berita Utama