Kapten Belanda menilai penghentian pertandingan untuk jeda minum terlalu sering dilakukan dan berpotensi mengurangi kualitas permainan serta kenyamanan penonton.
AMERIKA SERIKAT, NYARINGINDONESIA.COM – Kapten Timnas Belanda, Virgil van Dijk, melontarkan kritik terhadap salah satu regulasi yang diterapkan pada Piala Dunia FIFA 2026. Komentar tersebut muncul setelah Belanda harus puas berbagi angka usai bermain imbang 2-2 melawan Timnas Jepang di Grup F.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Dalam pertandingan tersebut, Van Dijk sempat membawa Belanda unggul melalui gol sundulan yang memanfaatkan umpan dari Ryan Gravenberch. Namun keunggulan itu gagal dipertahankan setelah Jepang mencetak gol penyeimbang pada penghujung laga melalui Daichi Kamada.
Di luar hasil pertandingan, perhatian Van Dijk tertuju pada kebijakan jeda minum yang diterapkan FIFA selama turnamen berlangsung. Aturan tersebut mengharuskan pertandingan dihentikan secara berkala untuk memberi kesempatan pemain menghidrasi diri di tengah cuaca panas yang melanda sejumlah kota tuan rumah di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Menurut bek andalan Belanda itu, penghentian pertandingan secara rutin bukan sesuatu yang ideal bagi jalannya laga. Ia menilai ritme permainan menjadi terganggu dan pengalaman menonton bagi publik juga berkurang.
“Menurut saya jeda minum itu sangat menarik. Jelas, saya menonton hampir semua pertandingan sampai hari ini.”
Van Dijk mengakui bahwa jeda minum diperlukan apabila kondisi cuaca benar-benar ekstrem. Namun, ia berpendapat penerapannya sebaiknya mempertimbangkan situasi setiap pertandingan, bukan diberlakukan secara seragam.
“Jadi, jika cuacanya sangat panas, akan bagus untuk memainkannya, tetapi menurut saya kita harus melihat setiap pertandingan secara terpisah.”
“Tapi saya rasa saya sudah cukup banyak bicara tentang itu,” kata Van Dijk, dikutip SuperBall.id dari Give Me Sport.
Pandangan serupa juga disampaikan mantan pelatihnya di Liverpool, Juergen Klopp. Klopp menilai terlalu banyak interupsi dalam pertandingan dapat menghilangkan esensi sepak bola sebagai olahraga yang mengalir dan dinamis.
“Sepak bola sedang disandera oleh para eksekutif yang berdiam di kantor-kantor ber-AC. Pertandingan Piala Dunia seharusnya mengalir seperti sungai.”
“Sebaliknya, kita malah membangun bendungan tepat di tengah agar iklan bisa lewat. Ini berbahaya bagi semangat permainan.”
“Sepak bola dulunya adalah acara utama, tetapi sekarang berisiko menjadi musik latar untuk tontonan iklan,” kata eks pelatih Liverpool itu.
Komentar kedua tokoh tersebut mendapat dukungan dari banyak penggemar sepak bola di media sosial. Sejumlah suporter menilai para pemain perlu lebih aktif menyuarakan pendapat terkait kebijakan yang dianggap berdampak langsung terhadap kualitas pertandingan.
Perdebatan mengenai aturan jeda minum diperkirakan akan terus berlanjut sepanjang turnamen. FIFA sendiri menerapkan kebijakan tersebut sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kesehatan pemain akibat tingginya suhu di beberapa lokasi pertandingan selama Piala Dunia 2026.
======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

