Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengjadiri Karnaval Binokasih Sumedang yang menjadi rangkaian Milanglala Tatar Sundadi Kabupaten Sumedang
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
SUMEDANG, NyaringIndonesia.com – Sebanyak 1.000 personel turut dilibatkan dalam pelaksanaan Karnaval Binokasih yang menjadi bagian dari rangkaian Milangkala Tatar Sunda di Kabupaten Sumedang, Sabtu (02/05/26).
Keterlibatan ribuan personel ini menjadi elemen penting untuk memastikan seluruh rangkaian kirab budaya berjalan tertib, aman, dan lancar.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Mas Adi Komar, mengatakan bahwa personel yang terlibat berasal dari berbagai unsur, termasuk perwakilan 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Mereka disusun dalam sejumlah kelompok yang mendukung jalannya arak-arakan budaya.
“ Mereka dibagi dalam 13 kelompok yang meliputi, pasukan berkuda, mulai dari pembawa janur, pembawa payung, hingga kuda pengawal,” ujar Adi.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai unsur tersebut memperkuat kekhidmatan sekaligus kemeriahan kirab budaya yang menjadi bagian utama Karnaval Binokasih.
“Dibelakang rombongan itu juga terdapat 27 tim kesenian dari kabupaten/kota yang menampilkan atribut khas daerah masing-masing,” lanjutnya.
Selain pasukan dan rombongan kesenian, kirab juga melibatkan punggawa Keraton Sumedang Larang serta sejumlah pejabat yang turut mengawal Mahkota Binokasih menggunakan kereta kencana menuju Kantor Pemerintah Kabupaten Sumedang.
Pemerintah daerah memastikan jalur kirab sepanjang sekitar tiga kilometer telah disterilkan sejak sore hari guna memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menyaksikan langsung.
“ Untuk sementara rekayasa dan sterilisasi lalu lintas kami lkukan agar masyarakat bisa menikmati kirab dengan nyaman,” kata Adi.
Dengan panjang rute tersebut, kirab diperkirakan berlangsung sekitar 90 menit hingga tiba di titik akhir kegiatan.
” Kegiatan ini menjadi salah satu agenda budaya yang tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga memperkuat kolaborasi antar daerah di Jawa Barat dalam pelestarian budaya Sunda.” pungkasnya. (Bzo)

