Lokasi bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Stone Garden, tepatnya di Kampung Girimulya, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
BANDUNG BARAT, NyaringIndonesia.com – Keberadaan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Gunungmasigit diharapkan menjadi pusat pengumpulan, pemasaran, dan distribusi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik warga.
Salah satu komoditas yang akan dipasarkan melalui koperasi tersebut adalah telur ayam hasil produksi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang saat ini mencapai sekitar 50 kilogram per hari, tetapi pemasarannya masih terbatas pada warung dan pembeli perorangan.
Selain memperluas akses pemasaran produk lokal, koperasi juga telah menjalankan layanan simpan pinjam dengan jumlah anggota sebanyak 109 orang. Pemerintah desa berharap keberadaan KDMP mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM.
Kepala Desa Gunungmasigit, Tarkopa, mengatakan koperasi tersebut juga diproyeksikan menjadi pemasok telur dan berbagai produk lokal untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta memenuhi kebutuhan layanan umum di desa.
” Kami berharapa keberadaan koperasi ddapat memperkuat perekonomian warga sekaligus meningkatkan pendapatan asli desa.” harap Tarkopa saat ditemui pada Selasa (07/07/26).
Sementara itu, pembangunan Gedung KDMP saat ini telah mencapai sekitar 98 persen. Dimana seluruh proses pembangunan dilaksanakan oleh PT Agrinas bersama mitra pelaksana.
” Namun kami bersama jajaran Pemerintah desa mensyaratkan agar penyerapan tenaga kerja dan pengelolaan koperasi nantinya mengutamakan warga Desa Gunungmasigit.” ujar Tarkopa.
Disisi lain, Tarkopa juga meluruskan isu yang beredar di media sosial terkait lokasi pembangunan gedung koperasi. Ia menegaskan bangunan tersebut tidak berada di kawasan objek wisata Stone Garden, melainkan memanfaatkan sebagian lahan parkir milik Pemerintah Desa Gunungmasigit yang berjarak sekitar 300 meter dari Jalan Raya Padalarang–Cipatat dan sekitar 500 meter dari permukiman warga Kampung Girimulya, RW 09.
Menurutnya, lahan yang digunakan hanya sekitar 700 hingga 800 meter persegi dari total area parkir seluas kurang lebih 1.500 meter persegi sehingga kapasitas parkir masih mencukupi.
” Lokasi itu juga dipilih usai melalui kajian kelayakan oleh PT Agrinas terhadap lima alternatif lahan yang kami ajukan sebelunnya, dan mereka menilai lokasi dilahan parkir desa paling strategis karena memiliki akses yang lebih dekat ke jalan utama.” terang Tarkopa.
Namun, kata Tarkopa, masih terdapat kendala dalam proses pembebasan lahan, mengingat pihak ahli waris masih belum sepakat. sehingga rencana perbaikan akses jalan menuju kawasan tersebut masih tertunda.
” Tetapi, saat ini kami masih mengerjakan pemasangan penerangan jalan umum , mungkin hanya menyisakan lima titik saja.” kata Tarkopa. (Bzo)

