Search
Close this search box.

Kedudukan Ilmu dalam Islam: Lebih Utama daripada Amalan Sunnah?

Islam
Al-Qur'an

Dalam Islam, penuntutan ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Ilmu adalah salah satu fondasi penting dalam agama Islam, dan itu terlihat dari banyaknya ayat Al-Qur’an dan hadis yang mendorong umat Islam untuk mencari ilmu. Ilmu agama Islam, yang mencakup pemahaman tentang aqidah (keyakinan), ibadah (peribadatan), akhlak (moral), hukum-hukum syari’ah, dan lain-lain, dianggap sangat penting untuk memahami dan menjalankan agama dengan benar.

Sebagai contoh, hadis yang Anda sebutkan dari Imam Syafi’i dan Imam Ibnul Qayyim menyatakan bahwa menuntut ilmu agama adalah salah satu amal yang paling utama. Ilmu agama digunakan sebagai pedoman untuk melaksanakan amal-amal yang lain, sehingga pemahaman yang baik tentang agama sangat penting.

Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua ilmu adalah sama. Ilmu agama (ilmu syari’ah) memiliki prioritas yang lebih tinggi daripada ilmu dunia biasa. Namun, ilmu dunia yang memiliki manfaat bagi masyarakat juga dihargai dalam Islam dan bisa menjadi bentuk ibadah jika digunakan dengan cara yang benar.

Dalam konteks penuntutan ilmu, ada dua jenis ilmu yang bisa menjadi pertimbangan:

1.Ilmu Wajib: Ini adalah ilmu yang harus dipelajari oleh setiap Muslim, seperti ilmu tentang ibadah wajib (seperti shalat dan puasa), hukum-hukum zakat, dan dasar-dasar aqidah. Ini adalah ilmu yang dibutuhkan untuk menjalankan kewajiban-kewajiban agama.

2. Ilmu Sunnah: Ini adalah ilmu yang baik untuk dipelajari, tetapi tidak wajib. Ini mencakup ilmu-ilmu seperti hadis, tafsir Al-Qur’an, ilmu akhlak, dan pengetahuan tentang sejarah Islam. Meskipun tidak wajib, menuntut ilmu dalam hal ini sangat dianjurkan karena membantu seseorang memahami agamanya dengan lebih baik dan memperdalam keyakinan serta praktik keagamaannya.

Penting untuk diingat bahwa penuntutan ilmu seharusnya selalu sejalan dengan pelaksanaan amal. Ilmu yang diperoleh harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, dan pengetahuan harus digunakan untuk meningkatkan ibadah dan moralitas. Dengan kata lain, ilmu dan amal seharusnya tidak dipisahkan, tetapi seharusnya saling mendukung.

Editor : NI 1

# # # #

Berita Utama