Kejati Riau Naikkan Status Kasus Dugaan Korupsi Aset Pabrik Sawit Bengkalis ke Tahap Penyidikan

Kantor Kejaksaan Tinggi Riau

Pekanbaru, NyaringIndonesia.com –  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau resmi menaikkan status dugaan korupsi terkait pengelolaan ilegal aset negara berupa Pabrik Mini Kelapa Sawit di Desa Tengganau, Kabupaten Bengkalis ke tahap penyidikan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Langkah ini diambil setelah ditemukan indikasi kuat bahwa aset daerah tersebut dikuasai secara melawan hukum oleh pihak swasta sejak hampir satu dekade lalu.

Aset milik Pemkab Bengkalis itu, yang dibangun dengan dana pinjaman lunak sekitar Rp9,7 miliar pada 2004, semestinya kembali ke tangan negara. Namun, hingga kini, pengelolaannya masih berada di bawah Koperasi Tengganau Mandiri Lestari, tanpa dasar hukum yang sah.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Zikrullah, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: PRINT-04/L.4/Fd.1/04/2025, tertanggal 22 April 2025. Ia menegaskan bahwa penyelamatan aset negara bukan hanya soal nilai ekonomi, tapi juga upaya menjaga prinsip keadilan dan supremasi hukum.

“Kami akan menindak tegas siapa pun yang menyalahgunakan aset milik negara. Ini bagian dari komitmen kami terhadap arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, dan Jaksa Agung,” tegas Zikrullah.

Dalam proses ini, tim penyidik tengah mengumpulkan alat bukti dan memanggil sejumlah saksi untuk mengusut tuntas perkara tersebut serta menentukan pihak yang bertanggung jawab.

Sebagai informasi, pabrik yang kini dipersoalkan awalnya dikelola oleh Koperasi Tengganau Mandiri, namun Ketua koperasi kala itu, Farizal, telah lebih dulu divonis dalam kasus korupsi, dan aset pabrik sudah dirampas untuk negara. Ironisnya, meski status aset telah diputuskan sebagai milik negara, pengelolaan tetap berpindah ke badan koperasi baru tanpa legalitas yang jelas.

 

 

==============

Disclaimer:

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

Berita Utama