Kemacetan Parah di Cimincrang, Warga Merasa Terkurung oleh Kunjungan Wisatawan dan Pusat Perbelanjaan Baru

kemacetan
Kemacetan di simpang Gedebage

BANDUNG, Nyaringindonesia.com – Sejak Jumat (19/1) lalu, kawasan Gedebage, Kota Bandung, mengalami kemacetan lalu lintas yang signifikan. Wisatawan yang datang ke Masjid Al-Jabbar dan pusat perbelanjaan baru di Summarecon menyebabkan kemacetan yang meresahkan warga setempat.

Reni Yulianty (28), warga Cimencrang, mengeluhkan bahwa dirinya merasa terkurung di wilayahnya sendiri akibat membludaknya kunjungan wisatawan.

Jalan kecil di daerah Cimencrang, menurutnya, tidak seharusnya dijadikan akses utama menuju Masjid Al-Jabbar.

“Kita seperti terkurung di wilayah sendiri. Kemana-mana susah, apalagi weekend gini. Ditambah ada mall baru di Summarecon, itu bikin makin parah.

Belum lagi yang ke Al-Jabbar sekarang semuanya lewat sini, perempatan (Gedebage) macet sama yang ke Summarecon,” keluh Reni kepada Jabar Ekspres.

Yusuf, Ketua LPM Cimincrang, mendesak pemerintah untuk mengkaji kembali analisis dampak lingkungan (Amdal) terkait lalu lintas.

Ia menyatakan bahwa jalan di wilayahnya tidak sesuai untuk kendaraan yang melintas, sehingga kemacetan seringkali terjadi.

“Sekarang semrawut. Kami semua terkurung oleh lalu lintas kendaraan yang begitu padat. Kami mohon ada kajian ulang untuk permasalahan analisis dampak lingkungan (Amdal) lalu lintas. Kami sebagai warga merasa terbebani. Aktivitas kami terganggu,” ujar Yusuf.

Meskipun warga merasakan dampak kemacetan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menilai bahwa jalan di Wilayah Cimincrang masih cukup proporsional untuk menampung kendaraan menuju kawasan Al-Jabbar, GBLA, dan Summarecon.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna, menyatakan bahwa menurutnya akses jalan masih cukup representatif.

Wacana pelebaran jalan di berbagai titik akses menuju kawasan wisata di Gedebage tidak akan dilakukan oleh Pemkot Bandung karena biayanya yang sangat tinggi, terutama di wilayah Cimincrang.

Berita Utama

Scroll to Top