Persiapan pemberangkatan jemaah haji di area Masjid Ash-Shiddiq Kompleks Pemkab Bandung Barat.
BANDUNG BARAT, NYARINGINDONESIA.COM – Kuota haji Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada musim haji 2026 mengalami penurunan drastis. Jika pada tahun sebelumnya jumlah jemaah mencapai lebih dari 1.200 orang, tahun ini jumlah calon jemaah yang diberangkatkan bahkan tidak sampai 100 orang.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Perubahan sistem penentuan kuota nasional disebut menjadi faktor utama turunnya jumlah keberangkatan jemaah asal Bandung Barat. Pemerintah pusat kini menerapkan sistem pembagian kuota berdasarkan panjang daftar tunggu atau waiting list, bukan lagi berdasarkan jumlah penduduk muslim di suatu daerah.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bandung Barat, Enjah Sugiarto, mengungkapkan bahwa tahun ini hanya 89 jemaah asal Bandung Barat yang diberangkatkan ke Tanah Suci dan tergabung dalam Kloter 29 KJT.
“Yang berangkat dari Bandung Barat tahun ini 89 orang. Ditambah dua petugas haji daerah dari Dinkes KBB dan satu pembimbing KBIHU,” ujar Enjah saat ditemui di Masjid Ash-Shiddiq Kompleks Pemkab Bandung Barat, Rabu (13/5/2026).
Jumlah tersebut turun tajam dibanding musim haji tahun lalu yang mencapai 1.228 jemaah.
“Tahun kemarin jemaah kita 1.228. Artinya gejolaknya memang sangat besar,” katanya.
Menurut Enjah, hingga tahun 2025 sistem kuota nasional masih mengacu pada jumlah penduduk muslim di masing-masing daerah. Dengan sistem itu, Bandung Barat rutin mendapatkan kuota lebih dari seribu jemaah setiap tahun.
“Selama ini kuota berdasarkan jumlah penduduk muslim. Bandung Barat biasanya mendapat sekitar 1.066 kuota,” jelasnya.
Namun mulai 2026, pemerintah pusat mengubah formula penentuan kuota menjadi berdasarkan panjang antrean keberangkatan calon jemaah di tiap daerah.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk menciptakan pemerataan masa tunggu antarwilayah. Sebab, selama ini terdapat perbedaan antrean yang cukup jauh antara satu daerah dengan daerah lainnya.
“Bandung Barat antreannya sekitar 21 tahun. Sementara ada daerah lain seperti Depok mencapai 29 tahun, bahkan di Sulawesi ada yang sampai 50 tahun,” ungkap Enjah.
Dengan sistem baru itu, pemerintah berharap calon jemaah yang mendaftar pada tahun yang sama dapat memperoleh jadwal keberangkatan yang lebih merata di seluruh Indonesia.
“Kalau ada yang daftar September 2015, diharapkan berangkat di tahun yang sama meski berasal dari daerah berbeda. Itu asas keadilannya,” tegasnya.
Meski kuota menurun drastis, jumlah calon jemaah yang sebenarnya masuk kategori berhak lunas mencapai 168 orang. Namun, hanya 107 orang yang melakukan pelunasan biaya haji.
Dari jumlah tersebut, enam orang memilih menunda keberangkatan karena alasan kesehatan maupun menunggu pendamping keluarga atau mahram.
“Ada juga yang mutasi keberangkatan ke daerah lain, misalnya ikut keluarga di Kabupaten Bandung. Itu diperbolehkan,” terangnya.
Selain persoalan kuota, perhatian pemerintah tahun ini juga tertuju pada dominasi jemaah lanjut usia. Jemaah tertua asal Bandung Barat tercatat berusia 86 tahun atas nama Tibi dari Kecamatan Cipendeuy. Sementara jemaah termuda berusia 25 tahun atas nama Mila Saadatain dari Kecamatan Ciampelas.
Sejalan dengan program nasional bertajuk Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan, Kemenag menyiapkan layanan khusus bagi jemaah rentan.
“Untuk lansia dan disabilitas ada petugas khusus yang mendampingi sejak di asrama haji, saat tiba di Jeddah, hingga selama di Mekkah,” katanya.
Dari total jemaah Bandung Barat tahun ini, sebanyak 29 orang masuk kategori lansia. Kemenag juga menyiapkan fasilitas kursi roda dan pendamping keluarga bagi jemaah yang membutuhkan perhatian khusus.
Meski jumlah jemaah tahun ini menurun tajam, Kemenag Bandung Barat memperkirakan kuota keberangkatan akan kembali meningkat pada musim haji berikutnya.
“Estimasi tahun 2027 sekitar 350 jemaah, dan tahun 2028 diperkirakan bisa kembali naik menjadi sekitar 900 lebih,” pungkas Enjah.
======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

