Kenapa SIM Disebut Surat, Sedangkan KK Disebut Kartu?

SIM
Meski bentuknya terbalik dari namanya, istilah SIM dan KK ternyata memiliki latar sejarah serta makna bahasa yang sudah digunakan sejak lama.

CIMAHI, NYARINGINDONESIA.COM – Banyak orang mungkin pernah merasa bingung mengapa Surat Izin Mengemudi atau SIM disebut “surat”, padahal bentuk fisiknya berupa kartu seperti ATM atau KTP. Sebaliknya, Kartu Keluarga justru disebut “kartu”, meski ukurannya lebih besar dan menyerupai lembaran surat.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kebingungan tersebut sempat ramai dibahas di media sosial setelah akun Twitter @jbiinnie menuliskan komentar bernada heran soal penamaan SIM dan KK.

“SIM disebut surat padahal kartu, KK disebut kartu padahal surat,” tulis akun tersebut.

Fenomena ini ternyata memiliki penjelasan dari sisi bahasa maupun sejarah administrasi di Indonesia. Dosen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret, Henry Yustanto, menjelaskan bahwa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “surat” tidak selalu berarti lembaran kertas panjang.

Menurutnya, salah satu makna surat dalam KBBI adalah secarik kertas sebagai tanda atau keterangan, termasuk kartu. Karena itu, istilah surat pada SIM masih dianggap tepat meskipun bentuknya berupa kartu plastik.

Henry juga menjelaskan bahwa istilah tersebut berkaitan dengan sejarah administrasi peninggalan zaman Hindia Belanda. Pada masa lalu, SIM yang dikenal dengan nama rijbewijs berbentuk buku kecil atau lembaran kertas sehingga lebih menyerupai surat dibanding kartu modern seperti sekarang.

Hal senada disampaikan Dosen Jurusan Sejarah Universitas Airlangga, Purnawan Basundoro. Ia menyebut SIM pada era kolonial memang berbentuk dokumen besar mirip surat keterangan.

Bahkan, SIM sekitar tahun 1900 hingga 1920 memiliki ukuran lebih lebar dan tampil seperti ijazah. Saat itu, dokumen tersebut masih menggunakan istilah Verklaring yang berarti surat keterangan atau pernyataan.

Sementara itu, sejarah Kartu Keluarga baru muncul sekitar tahun 1980-an. Pada masa awal penggunaannya, KK dicetak menggunakan kertas manila berwarna merah muda dengan tulisan “Kartu Susunan Keluarga”.

Meski berbentuk lembaran besar, istilah “kartu” tetap digunakan karena berkaitan dengan fungsi identitas keluarga dalam sistem administrasi kependudukan.

Jadi, penamaan SIM dan KK ternyata bukan ditentukan oleh bentuk fisiknya semata, melainkan berasal dari sejarah, fungsi administrasi, serta makna bahasa yang sudah digunakan sejak lama.

 

 

======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News