Gol pertama Dewa United seharusnya tidak disahkan karena bola dinilai sudah keluar lapangan sebelum proses gol terjadi
BANTEN, NYARINGINDONESIA.COM – Pertandingan antara Persib Bandung menghadapi Dewa United berlangsung panas dan penuh tensi tinggi. Duel yang digelar di Stadion Internasional Banten, Serang (20/4) merupakan laga krusial bagi kedua tim, terutama bagi Persib yang tengah memburu gelar juara.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim langsung tampil agresif. Jual beli serangan terjadi tanpa henti, menciptakan pertandingan yang atraktif dan menghibur. Persib yang bermain di bawah tekanan untuk meraih poin penuh, terus mencoba menekan lini pertahanan Dewa United. Namun, tim lawan juga menunjukkan perlawanan sengit dengan serangan balik cepat.
Laga akhirnya berakhir dengan skor imbang 2-2, hasil yang membuat Persib tetap bertahan di puncak klasemen. Meski tidak kehilangan posisi, tambahan satu poin ini dinilai belum cukup mengamankan langkah Maung Bandung menuju tangga juara.
Hasil tersebut justru memicu kekecewaan dari jajaran manajemen. Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, secara terbuka menyampaikan ketidakpuasannya terhadap jalannya pertandingan, khususnya terkait keputusan wasit.
Menurut Umuh, gol pertama Dewa United seharusnya tidak disahkan karena bola dinilai sudah keluar lapangan sebelum proses gol terjadi. Ia menilai keputusan tersebut merugikan timnya dalam laga penting seperti ini.
“Saya merasa kecewa dengan hasil laga ini. Lihat gol pertama mereka, bola sudah jelas keluar, namun wasit tetap mengesahkan gol itu,” ujar Umuh kepada awak media, Senin (20/04/2026).
Lebih lanjut, ia juga menyoroti tidak digunakannya teknologi Video Assistant Referee dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, kehadiran VAR seharusnya dapat membantu memastikan keputusan yang lebih akurat, terutama dalam situasi krusial.
“Sudah jelas bola keluar, ada fotonya. Kami akan viralkan agar masyarakat sepak bola bisa melihat kejadian ini,” tegasnya.
Menurut Umuh, jika tidak karena wasit Persib dari awal sudah diatas kertas, tapi, itulah sepak bola.
“Jadi Persib tidak akan kalahnya, kalahnya hanya sama wasit,” tandasnya penuh kecewa.
Kontroversi ini pun berpotensi menjadi perhatian publik sepak bola nasional, terlebih di tengah persaingan ketat menuju akhir musim.
Bagi Persib, setiap poin menjadi sangat berharga, sementara keputusan-keputusan krusial di lapangan diharapkan dapat semakin akurat demi menjaga sportivitas kompetisi.
======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

