Asisten pelatih PERSIB, Karlo Reinholz
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!BANDUNG, NYARINGINDONESIA.COM – PERSIB Bandung bersiap menghadapi periode krusial sepanjang Oktober 2026. Maung Bandung dijadwalkan melakoni tujuh pertandingan dalam kurun waktu sekitar 20 hari dengan membagi fokus ke tiga kompetisi berbeda, yakni AFC, Shopee Cup, dan liga domestik.
Padatnya agenda tersebut menjadi ujian tersendiri bagi skuad Pangeran Biru. Selain dituntut menjaga konsistensi permainan, para pemain juga harus mampu mempertahankan kebugaran di tengah jadwal pertandingan yang hanya berjarak tiga hingga empat hari.
Asisten pelatih PERSIB, Karlo Reinholz, menyebut Oktober sebagai fase penting untuk menguji kesiapan tim dalam menghadapi intensitas kompetisi yang semakin tinggi.
“Sekarang kita memasuki periode jadwal pertandingan yang sangat padat. Bulan Oktober ini bisa dikatakan sebagai ujian pertama bagi kami, di mana kami akan bertanding setiap tiga atau empat hari sekali,” ujar Reinholz.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi PERSIB tidak sekadar berkaitan dengan banyaknya pertandingan. Tim juga harus menghadapi perbedaan karakter permainan, perjalanan ke negara tujuan, hingga kondisi cuaca yang berpotensi memengaruhi persiapan dan performa pemain.
“Dalam kurun waktu 20 hari di bulan Oktober, kami memiliki tujuh pertandingan. Dan ada tiga kompetisi berbeda yaitu AFC, Shopee Cup, dan Liga,” katanya.
Menghadapi rangkaian pertandingan dengan jeda waktu terbatas, tim pelatih PERSIB mulai menyiapkan strategi untuk menjaga kondisi seluruh pemain tetap optimal.
Rotasi pemain menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan. Langkah ini diperlukan agar beban pertandingan tidak hanya bertumpu pada pemain tertentu, sekaligus menjaga kesiapan skuad ketika harus tampil di berbagai kompetisi.
“Kami berusaha mempersiapkan tim untuk menghadapi semua aspek ini. Tentu saja mereka akan siap bertanding. Kami juga memiliki beberapa pilihan untuk melakukan rotasi pemain,” tutur Reinholz.
Dengan rotasi yang tepat, PERSIB diharapkan mampu menjaga intensitas permainan tanpa mengabaikan kebutuhan pemulihan fisik para pemain.
Di tengah persiapan menghadapi jadwal padat, PERSIB juga mendapatkan kabar positif dari kondisi sejumlah pemain yang sebelumnya mengalami cedera.
Reinholz menyebut beberapa pemain mulai memperlihatkan perkembangan dalam proses pemulihan. Situasi tersebut membuka peluang bagi tim pelatih untuk mendapatkan tambahan pilihan dalam menyusun komposisi skuad.
Meski demikian, kondisi setiap pemain tetap menjadi pertimbangan dalam menentukan kesiapan mereka untuk kembali merumput.
Kehadiran pemain yang pulih diharapkan dapat memperluas opsi rotasi, terutama ketika PERSIB harus menjalani pertandingan dengan waktu istirahat yang relatif singkat.
Persiapan PERSIB tidak hanya berfokus pada Oktober. Tim pelatih juga mulai memperhitungkan rangkaian pertandingan yang akan berlangsung pada November dan Desember 2026.
Reinholz menilai ritme kompetisi yang terus berjalan akan membantu para pemain beradaptasi dengan tuntutan pertandingan berintensitas tinggi.
Ia mencontohkan pengalaman PERSIB ketika harus menjalani tiga pertandingan dalam satu pekan. Menurutnya, tim mampu melewati periode tersebut dengan baik tanpa ada pemain yang mengalami cedera.
Pengalaman itu menjadi salah satu modal bagi PERSIB untuk menghadapi tantangan berikutnya, meski setiap rangkaian pertandingan memiliki kondisi dan tingkat kesulitan berbeda.
“Secara umum, kami memiliki basis yang baik untuk terus berkembang, dan kami berharap hasil pertandingannya juga akan memuaskan,” pungkasnya.
Dengan tujuh pertandingan yang menanti sepanjang Oktober, kemampuan mengelola kebugaran, menentukan komposisi pemain, dan beradaptasi dengan karakter lawan akan menjadi bagian penting dalam perjalanan PERSIB mengarungi tiga kompetisi hingga penghujung tahun.

