Kisah Guru Honorer Jalan Kaki Digaji Rp275 Ribu Bikin Haru, Ivan Gunawan Beri Motor

Abdullah 2

Abdullah guru honorer asal Pasuruan Jawa Timur yang inspiratif (Instagram @daily_man_abdullah1919)

PASURUAN, NYARINGINDONESIA.COM – Perjuangan Abdullah, seorang guru honorer asal Pasuruan, Jawa Timur, belakangan menyita perhatian publik. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia tetap menjalankan tugasnya mengajar meski harus berjalan kaki beberapa kilometer untuk sampai ke sekolah.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Penghasilan yang diterimanya sebagai guru honorer pun terbilang minim. Dalam sebuah video yang dibagikannya di media sosial, Abdullah memperlihatkan momen saat menerima honor bulanan yang hanya sebesar Rp275 ribu.

Dengan wajah tetap ceria, ia menceritakan kondisi tersebut kepada para pengikutnya.

“Hai guys, guru honorer jalan kaki hari ini gajian. Tahu enggak hari ini aku itu dapat gajian dua ratus tujuh puluh lima ribu,” ujar Abdullah.

Alih-alih mengeluh, Abdullah justru tetap menjalani aktivitasnya dengan penuh semangat. Kisahnya kemudian viral dan mendapat perhatian luas dari warganet.

Salah satu yang tersentuh dengan perjuangan Abdullah adalah selebritas sekaligus desainer Ivan Gunawan. Tergerak melihat dedikasi sang guru, Ivan memberikan bantuan berupa satu unit sepeda motor untuk menunjang aktivitas Abdullah sehari-hari.

Momen pemberian hadiah tersebut dibagikan melalui akun Instagram Ivan Gunawan. Abdullah sebelumnya diundang untuk datang ke Butik Mandjha Ivan Gunawan di Surabaya.

Di tempat tersebut, tim Ivan Gunawan memberikan kejutan berupa sepeda motor Suzuki Nex II berkelir merah-hitam. Kendaraan itu diharapkan dapat memudahkan Abdullah saat menjalankan tugasnya sebagai pendidik.

Saat menyerahkan kunci kendaraan, perwakilan Ivan Gunawan turut menyampaikan doa dan harapan untuk Abdullah.

“Ini kuncinya, semoga makin lancar, makin sehat, makin sukses,” ujarnya.

Mendapat hadiah yang sama sekali tidak disangka, Abdullah langsung larut dalam haru. Air matanya tak terbendung ketika menyampaikan rasa terima kasih kepada Ivan Gunawan.

“Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kak Ivan terima kasih hadiahnya. Semoga rezekinya semakin lancar, selalu disehatkan, dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” ucap Abdullah.

Menurutnya, sepeda motor tersebut sangat berarti karena akan membantu mobilitasnya untuk pergi mengajar.

“Terima kasih dan ini sangat berguna sekali. Saya tidak bisa mengatakan apa pun kecuali terima kasih dan mendoakan Kak Ivan. Terima kasih,” tuturnya.

Rasa syukur Abdullah semakin terlihat ketika ia bersujud di samping sepeda motor yang baru diterimanya.

Tak Hanya Mengajar, Abdullah Juga Berjualan

Di balik sosoknya sebagai guru honorer, Abdullah dikenal sebagai pribadi yang tidak mudah menyerah. Kecilnya penghasilan tidak membuatnya berhenti mencari cara untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Selain mengajar, Abdullah menjalankan berbagai pekerjaan sampingan. Ia berjualan makanan ringan hingga kamus sekolah kepada para muridnya. Setelah kegiatan belajar mengajar selesai, ia juga terkadang membantu temannya berjualan.

Berbagai pekerjaan tersebut dilakukan bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Abdullah menyimpan satu impian yang ingin diwujudkannya, yakni mengumpulkan uang untuk dapat menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci.

Dalam unggahan lainnya, Abdullah mengungkapkan bahwa penghasilan sekitar Rp300 ribu tentu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup selama sebulan. Karena itu, ia memilih bekerja lebih keras daripada menyerah pada keadaan.

“Tiga ratus ribu itu memang tidak cukup untuk hidup satu bulan. Itu kenapa aku sehabis sekolah masih harus ngelesin, mau ada permintaan pembelian kambing aku ladenin, aku jualan bahkan sampai sekarang. Jadi kita harus pandai-pandai mengatur otak kita supaya bisa tercukupi,” ungkapnya.

Pilih Rezeki Halal Ketimbang Menyerah pada Keadaan

Abdullah juga memiliki prinsip kuat dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk mengambil jalan yang salah.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak gengsi dalam mencari pekerjaan selama penghasilan yang diperoleh berasal dari cara yang halal.

“Banyak kok di luar sana orang yang bekerja hari ini untuk makan hari ini, yang anak-anaknya terlantar enggak bisa sekolah karena perekonomian, tapi mereka lebih memilih jalan yang halal,” katanya.

Abdullah bahkan mengaku pernah menawarkan berbagai macam pekerjaan kepada orang lain demi mendapatkan penghasilan tambahan.

“Contohnya aku sendiri, aku harus jualan, cari job di luar kota dan dalam kota, bahkan aku pernah minta kerjaan sama orang, ‘Bu aku bisa nyuci piring, ngepel, masak’. Asalkan kita enggak gengsi aja, kita bisa makan,” tegasnya.

Kisah Abdullah pun menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berjuang. Di tengah honor yang jauh dari cukup, ia tetap memilih bertahan di dunia pendidikan sambil mencari penghasilan tambahan dengan cara yang halal.

Kini, dengan bantuan sepeda motor dari Ivan Gunawan, perjalanan Abdullah menuju sekolah diharapkan menjadi lebih mudah. Lebih dari sekadar kendaraan, hadiah tersebut menjadi bentuk apresiasi atas ketekunan seorang guru yang tetap mengabdi meski harus berjuang keras memenuhi kebutuhan hidup.

Abdullah berharap kisahnya tidak berhenti sebagai cerita viral. Ia ingin perjuangannya menjadi inspirasi agar masyarakat tetap bersyukur, bekerja keras, dan tidak menyerah dalam mencari rezeki yang halal meski berada dalam kondisi penuh keterbatasan.

 

======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News