Kota Cimahi Hadapi Tantangan Lingkungan, DLH Siapkan Strategi

Kota Cimahi

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Kota Cimahi menghadapi sejumlah tantangan lingkungan yang kompleks, mulai dari penurunan kualitas lingkungan hidup hingga meningkatnya emisi gas rumah kaca. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi menilai kondisi ini sebagai momentum untuk merumuskan strategi jangka panjang dalam menghadapi perubahan iklim dan kebutuhan masyarakat.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Sepanjang 2025, DLH mencatat beberapa isu utama: menurunnya indeks kualitas lingkungan hidup, berkurangnya tutupan lahan hijau, kendala dalam pengelolaan sampai, dan peningkatan emisi gas rumah kaca. Jika tidak ditangani, kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak serius bagi kesehatan warga, ekosistem, dan kualitas hidup di masa depan.

Sebagai respons, DLH merumuskan empat fokus strategis ke depan, diantaranya, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, untuk mengurangi risiko bencana dan dampak lingkungan, peningkatan kualitas air sunga, sebagai upaya menjaga sumber daya air bersih dan ekosistem perairan, penambahan kuantitas tutupan lahan hijau, untuk menahan erosi, menurunkan polusi, dan mendukung keseimbangan ekologi, optimalisasi pengelolaan sampah, melalui inovasi pemilahan sejak sumber dan target Zero ke TPA, mengingat kapasitas TPA Sarimukti yang terbatas.

Menurut Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, tantangan ini sekaligus membuka peluang bagi inovasi dan partisipasi masyarakat.

“Program seperti Gerakan Orang Cimahi Pilah Sampah (Grak Ompimpah) dan inovasi Tepung Grak Ompimpah menunjukkan bahwa solusi berbasis komunitas dapat memberikan dampak nyata.” ucap Adithia saat FGD di Aula Gedung A pada Senin (09/02/26).

Selain itu, kolaborasi riset dengan tujuh perguruan tinggi membuka peluang pengembangan teknologi ramah lingkungan dan kebijakan berbasis data, yang dapat diterapkan secara efektif di tingkat kota.

“Karenanya, Pemkot Cimahi melalui DLH menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci menghadapi tantangan masa depan.” tambahnya.

Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menegaskan bahwa strategi ke depan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif dan adaptif.

“Kami ingin setiap program dan kebijakan tidak hanya menyelesaikan masalah saat ini, tetapi juga mempersiapkan Kota Cimahi agar lebih tangguh menghadapi perubahan lingkungan di masa mendatang,” ujarnya.

“kini, kami tengah berupaya menjadikan tantangan lingkungan sebagai peluang inovasi dan kolaborasi, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menjaga keberlanjutan alam untuk generasi mendatang.” sambungnya. (Bzo)