Kota Cimahi Libatkan Peran Keluarga Perkuat Mental Anak

IMG 20260407 191441
Penguatan daya tahan mental anak sejak usia dini menjadi langkah krusial dalam menghadapi meningkatnya ancaman gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja. Di Kota Cimahi, upaya ini mulai diperkuat dengan melibatkan peran sekolah dan keluarga sebagai garda terdepan

 

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Penguatan daya tahan mental anak sejak usia dini menjadi langkah krusial dalam menghadapi meningkatnya ancaman gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja. Di Kota Cimahi, upaya ini mulai diperkuat dengan melibatkan peran sekolah dan keluarga sebagai garda terdepan.

Pemerintah daerah melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) menekankan bahwa pembentukan ketahanan mental tidak bisa ditunda. Anak-anak perlu dibekali kemampuan menghadapi tekanan, baik dari lingkungan akademik maupun sosial, sejak mereka berada di usia sekolah dasar.

Kepala UPTD PPA Kota Cimahi, Kusnia Rustiani, menegaskan bahwa fondasi mental yang kuat harus dibangun sedini mungkin. Menurutnya, lingkungan sekolah dan keluarga memiliki peran penting dalam mencegah munculnya kerentanan psikologis pada anak.

“Di sekolah, guru, terutama guru bimbingan konseling, berperan sebagai pendamping yang membantu siswa menghadapi berbagai persoalan. Sementara itu, di rumah, orang tua diharapkan mampu menerapkan pola asuh yang suportif dan penuh perhatian terhadap kondisi emosional anak.” tegas Rustini pada Senin (07/04/26).

Kini, urgensi penguatan mental ini semakin terlihat dari tren regional. Di Kota Bandung, hampir setengah siswa SMP terindikasi mengalami masalah kesehatan mental, mulai dari kecemasan hingga depresi. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa ketahanan mental anak harus menjadi prioritas bersama.

” Untuk itu, kami mengarahkan program pencegahan pada usia dini melalui sosialisasi sekolah ramah anak, peningkatan kapasitas guru, serta penguatan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di berbagai jenjang pendidikan.” tambahnya.

Selain itu, edukasi kepada orang tua juga terus dilakukan. Orang tua didorong untuk memahami perannya dalam mendukung tumbuh kembang anak, termasuk melibatkan anak dalam tanggung jawab sehari-hari di rumah sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kemandirian.

Sementara itu, Tenaga Ahli Psikolog Klinis UPTD PPA Cimahi, Yukie Agustia Kusmala, menjelaskan bahwa anak yang memiliki ketahanan mental yang baik akan lebih mampu menghadapi tekanan dan tantangan hidup. Oleh karena itu, pembekalan keterampilan seperti manajemen stres menjadi bagian penting dalam proses pendampingan.

“Di tengah derasnya arus informasi saat ini, anak-anak juga rentan membandingkan dirinya dengan orang lain, yang dapat memicu tekanan psikologis. Karena itu, peran keluarga menjadi semakin penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan suportif.” jelasnya.

Tak hanya itu, keterlibatan ayah dalam pengasuhan juga dinilai sebagai bagian penting dari penguatan mental anak. Kehadiran kedua orang tua secara aktif diyakini dapat membantu membentuk kondisi psikologis anak yang lebih stabil.

” Untuk kasus yang sudah terjadi, penanganan dilakukan melalui asesmen menyeluruh terhadap anak dan lingkungannya, disertai edukasi lanjutan bagi seluruh pihak terkait.” imbuhnya.

Langkah ini bertujuan agar anak tak hanya pulih, tetapi juga memiliki bekal untuk menghadapi situasi serupa di masa depan.

” Melalui berbagai upaya ini, penguatan daya tahan mental anak sejak dini diharapkan mampu menjadi benteng utama dalam mencegah meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental di kalangan generasi muda.” tutupnya. (Bzo)