CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Cimahi kini semakin menitikberatkan pada penguatan penyuluhan keluarga.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Dalam Rembuk Stunting 2026, Pemerintah Kota Cimahi menegaskan bahwa edukasi keluarga menjadi fondasi utama dalam mencegah lahirnya generasi berisiko stunting.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, menegaskan bahwa persoalan stunting tidak cukup ditangani melalui intervensi gizi semata, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai unit terkecil masyarakat.
“Stunting bukan hanya soal asupan makanan, tetapi juga pola asuh, kesiapan orang tua, hingga pemahaman keluarga terhadap kesehatan sejak dini. Di sinilah pentingnya penyuluhan keluarga,” ujar Adithia saat giat Rembuk Stunting di MPP. Rabu (04/03/26).
Menurutnya, keluarga memegang peran sentral dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak, mulai dari perencanaan kehamilan, pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI, hingga pola pengasuhan di usia emas anak. Tanpa pemahaman yang kuat di tingkat rumah tangga, berbagai program pemerintah dinilai tidak akan berjalan optimal.
Data menunjukkan angka prevalensi stunting di Kota Cimahi mengalami penurunan dari 24,5 persen pada 2024 dan kembali turun pada 2025. Namun demikian, tantangan masih membayangi, terutama faktor kemiskinan ekstrem, rendahnya tingkat pendidikan, serta persoalan sosial yang berdampak langsung pada kualitas pengasuhan anak.
Adhitia menekankan, intervensi berbasis keluarga harus dilakukan secara terintegrasi dan menyasar karakteristik wilayah yang berbeda. Ia menyebutkan bahwa kondisi sosial dan demografis di Cimahi Utara, Tengah, dan Selatan tidak sama, sehingga pendekatan penyuluhan pun harus disesuaikan.
“Edukasi keluarga harus spesifik dan tepat sasaran. Tidak bisa disamaratakan. Setiap wilayah punya tantangan berbeda,” katanya.
Selain itu, penguatan program keluarga berencana pasca pernikahan dan peningkatan kualitas pendidikan orang tua juga menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan stunting. Pemerintah menilai kesiapan pasangan muda dalam membangun keluarga sangat menentukan kualitas generasi berikutnya.
Dengan target menurunkan prevalensi stunting hingga 12 persen pada 2026, Pemkot Cimahi mendorong kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Namun, seluruh upaya tersebut bermuara pada satu hal: keluarga yang teredukasi dan sadar akan pentingnya kesehatan anak sejak dini.
“Jika keluarga kuat, maka generasi kita juga kuat. Di situlah kunci Cimahi bebas stunting,” tandasnya. (;Bzo).
